KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Warga Desa Rancabungur, Kabupaten Bogor, diresahkan oleh maraknya aksi pembegalan dan pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Tiga kasus pembegalan tercatat terjadi di wilayah ini, membuat warga dihantui rasa takut saat beraktivitas, khususnya di malam hingga dini hari.
Korban terbaru, Ardi Sopian, warga Jalan Cagak Lebak RT02/RW05, menjadi korban pembegalan saat hendak berangkat kerja pada Minggu (18/05/2025) dini hari.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di kawasan Jalan Batu Belah, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur. Sepeda motornya dirampas, dan Ardi mengalami luka akibat perlawanan.
Baca Juga: Dalam Sepekan Tiga Warga Rancabungur Jadi Korban Begal, Warga Resah Minimnya Penerangan
Sebelumnya, pada Rabu 23 April 2025, sekitar pukul 00.00 WIB, seorang pria bernama Imron (34), juga warga Desa Rancabungur, menjadi korban begal oleh empat orang pelaku bersenjata tajam.
Imron mengalami luka sabetan senjata tajam, sementara sepeda motornya raib digondol pelaku.
Tak lama berselang, peristiwa serupa kembali terjadi di Gang Lengkeng, Desa Rancabungur, sekitar pukul 01.30 WIB. Korban bernama Jajang mengalami luka fisik dan kehilangan kendaraan akibat dibegal oleh orang tak dikenal.
Menanggapi situasi ini, Kepala Desa Rancabungur, Saepudin, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat bepergian pada waktu rawan.
Baca Juga: Instruksi Presiden, Desa Bantarsari Rancabungur Lakukan Retreat RT RW yang Pertama di Jawa Barat
"Kami imbau masyarakat, terutama yang beraktivitas malam hari, baik pulang kerja, berangkat kerja, atau menjelang Subuh, agar waspada dan berhati-hati,” ujar Saepudin.
Pemerintah desa, lanjut Saepudin, telah mengambil beberapa langkah pencegahan.
Di antaranya mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam dan sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta meminta penambahan penerangan jalan umum di titik-titik rawan kepada Dinas Perhubungan dan Diskominfo.
"Kami sudah lakukan koordinasi dengan Linmas, Babinsa, dan jajaran Polsek untuk melakukan patroli malam. Jadwalnya dari jam 10 malam sampai tengah malam, dan dilanjutkan dini hari antara jam 3 sampai jam 5,” jelasnya.
Baca Juga: Kawasan Perkebunan Sawit di Rancabungur Bogor Dipenuhi Sampah, Begini Respon Kades dan Camat
Selain tindakan preventif, pihak desa juga memberikan dukungan kepada para korban. “Untuk korban, kami sudah bantu pengobatan dan kompensasi lainnya,” tambah Saepudin.
Harapan Kades: Keamanan Desa Adalah Tanggung Jawab Bersama
Di akhir keterangannya, Saepudin menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi juga tanggung jawab seluruh warga.
“Kami harap masyarakat juga aktif. Jangan takut melapor jika melihat hal mencurigakan. Bersama kita jaga lingkungan kita agar aman dari kejahatan,” pungkasnya. (DIDIK RUYATMAN)
Comment