KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Polsek Dramaga, Polres Bogor, menindaklanjuti video viral di media sosial TikTok yang memperlihatkan dugaan pemerasan terhadap penjual pizza. Insiden tersebut terjadi di wilayah Babakan Raya, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. 

Kapolsek Dramaga, AKP Hartanto Rahim bersama timnya melakukan pengecekan lokasi kejadian pada Senin (01/01/2024) pukul 17.00 WIB. 

Dalam kegiatan ini, pihak kepolisian turut memeriksa saksi-saksi dan mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga : Kapolres Bogor Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat dan Pangkat Penghargaan Personel, Ini Rinciannya

Dari hasil investigasi, pihak kepolisian mengidentifikasi pelaku berinisial AGS (47), seorang sopir yang tinggal di Babakan Raya, Dramaga, Bogor. 

Korban diketahui berinisial RM (14), seorang pelajar yang juga bekerja sebagai pegawai di gerai D’Pizza. RM merupakan warga Cimanggu, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Saksi-saksi yang diperiksa dalam kasus ini adalah RM (korban), RDP (pemilik D’Pizza), dan DS (pemilik sebelumnya). Pihak kepolisian juga telah menginterogasi pelaku untuk mendapatkan kronologi kejadian secara lengkap.

Kapolsek Dramaga, AKP Hartanto Rahim, menyatakan bahwa pertemuan antara pelaku dan korban telah menghasilkan kesepakatan damai. 

Baca Juga : Wisatawan Serbu Alun-Alun Kota Bandung Usai Dibuka Kembali, Pemkot Bakal Berlakukan Jam Operasional

"Pelaku AGS alias Sobur, telah meminta maaf kepada pemilik D’Pizza dan pegawai yang berjaga saat kejadian, RM. Pihak korban menerima permintaan maaf tersebut dan memilih untuk tidak melanjutkan masalah ini ke ranah hukum," ungkapnya.

Kesepakatan ini dituangkan dalam surat pernyataan yang difasilitasi oleh Polsek Dramaga. Kedua belah pihak menyepakati keputusan ini tanpa adanya unsur paksaan.

Kegiatan mediasi berjalan lancar dan kondusif. Pihak kepolisian memastikan bahwa kejadian ini telah diselesaikan dengan baik demi menjaga ketertiban di wilayah hukum Polsek Dramaga. 

"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan," tutupnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa laporan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan baik dan menyelesaikan konflik melalui musyawarah mufakat.