BANDUNG, CEKLISSATU.COM -- Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung DPRD Jawa Barat selama dua hari, Jumat dan Sabtu kemarin, berakhir ricuh. 

Demonstrasi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi anarkis hingga menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas umum serta membakar beberapa bangunan di Kota Bandung.

Kerusuhan menyebabkan rumah makan, warung kelontong, aset MPR RI di Bandung, pos polisi, hingga sejumlah videotron di Jalan Sulanjana dan pertigaan Cikapayang Dago rusak berat dan terbakar. 

Selain itu, satu unit mobil dan sepuluh sepeda motor milik warga dan aparat juga turut dibakar massa.

Baca Juga: Pasca Demo Ricuh di Bandung, Sejumlah Fasilitas Umum hingga Rumah Makan dan Warung Kelontong Rusak

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan 65 orang yang diduga terlibat dalam aksi anarkis tersebut.

"Mereka yang diamankan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga orang dewasa dan pengangguran," ungkap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Minggu (31/8/2025).

Kombes Hendra juga menambahkan bahwa akibat bentrokan tersebut, sebanyak 54 personel kepolisian mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan benda keras lainnya dari massa aksi.

“Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi untuk tetap tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis, apalagi sampai merusak fasilitas umum dan memprovokasi kerusuhan,” tegas Hendra.

Baca Juga: Polrestabes Bandung Akan Periksa Ustadz Evie Efendi Terkait Laporan Dugaan Kekerasan Terhadap Anaknya

Polda Jabar saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap aktor-aktor utama di balik aksi rusuh tersebut. Situasi di sekitar Gedung DPRD Jabar juga masih dijaga ketat oleh aparat untuk mencegah kerusuhan susulan.