Masa Pandemi Pemuda di Jasinga Sulap Limbah Kayu Jadi Barang Bernilai

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu. com–Pandemi Covid-19 tidak lantas membuat masyarakat menjadi tidak produktif. Sebaliknya, Pandemi melahirkan pikiran kreatif untuk produktif.

Seperti yang dilakukan pemuda di Kampung Kalongsari RT 03 RW 07, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga menyulap limbah kayu menjadi berbagai macam kreasi bernilai ekonomi.

Bacaan Lainnya

Pengrajin Limbah Kayu Alfina Rafli saat di jumpai di Workshop nya yang diberinama Albarkah Galery mengatakan, bahwa dirinya mulai menekuni usaha tersebut sejak awal Januari tahun 2020 lalu.

“Jadi ini hasil karya pemuda-pemuda khusunya yang ada di daerah Desa Kalongsawah dan sekitarnya yang ada di wilayah Kecamatan Jasinga,” ungkap Alfina Rafli kepada wartawan pada, Rabu (08/09/2021).

Alfina Rafli menyampaikan, dengan memanfaatkan limbah kayu yang didapatkan nya dari tempat pemotongan kayu yang kemudian dijadikan berbagai macam kerajinan tangan seperti hiasan dinding, meja laptop, rak bunga, gantungan baju dan berbagai macam kerajinan tangan lainnya.

“Dan masih banyak juga hiasan-hiasan lain yang berbahan baku dari limbah kayu yang kita dapatkan dari tempat penggesekan kayu,” katanya.

Untuk jenis kayu yang dipergunakan, kata Alfina Rafli,  biasanya adalah jenis kayu Pinus, Melamin atau kayu Jati Belanda dan yang lain nya.

“Untuk pembuatannya jadi kita bebaskan untuk karyawan punya modal skil seperti apa nanti kita arahkan seperti apa,” ujarnya.

Usahanya yang sudah dirintis hampir dua tahun itu hingga sampai saat ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar tentunya membantu meningkatkan ekonomi.

“Untuk saat ini dilibatkan 12 orang pekerja ditambah untuk admin jadi total keseluruhan ada 16 orang pekerja,  jadi kita memanfaatkan pemuda-pemuda dari berbagai latar belakang kemudian kita bina dengan baik untuk berkrearifitas,” kata Alfina Rafli.

Selain dari modal sendiri, dirinya mengaku bahwa ia mendapatkan modal dari investor.

“Jadi kalau di Market Place itu ada yang namanya Resealer jadi resealer itu dia membutuhkan barang kemudian kita menyiapkan barangnya untuk di jual di akun aplikasi jual beli online,” ucapnya.

Dari hasil penjualan, Alfina Rafli mengaku, dalam satu bulan dirinya mendapatkan keuntungan mulai dari 10 juta hingga 15 juta.

“Pendapatan sendiri relatif karena kita kan memanfaatkan limbah kayu yang memang tidak selamanya banyak sehingga dari segi keuntungannya bervariatif mulai 10 juta sampai 15 juta per bulan sedangkan untuk omset nya sendiri sekitar 35 juta perbulan,” pungkasnya.

Dijumpai ditempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil V, Aan Triana Almuharom mengatakan, bahwa yang dilakukan para pemuda tersebut patut dijadikan contoh, karena memiliki banyak ide kreatif yang bisa dimanfaatkan dalam menghadapi situasi pandemi saat ini.

“Inovasi pemuda ini patut kita apresiasi. Anak-anak muda memang dikenal dengan segudang kreativitas yang selalu melimpah dan tidak kekurangan ide. Demikian juga dalam hal menghadapi pandemi Covid-19,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *