CIANJUR,CEKLISSATU - Dua puluh orang dari perwakilan korban arisan fiktif melapor ke Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat. Para korban, awalnya tergiur dengan keuntungan 30 sampai 40 persen yang dijanjikan oleh pengelola arisan.
Kuasa hukum korban Karnaen menjelaskan, hampir kebanyakan korban ibu-ibu muda yang tergiur dengan arisan lelangan dengan keuntungan Rp.3 sampai Rp.4 juta.
Namun setelah satu tahun berjalan lanjut Karnaen, uang arisan yang disetorkan serta keuntungannya tidak kunjung didapat.
Baca Juga : Diamankan, 9 PSK di Puncak Harus Layani 160 Pria dalam Sebulan
"Korbannya itu ada 54 orang ya dan kebanyaka. Itu ibu-ibu muda tergiur arisan lelangan untungnya itu sampai Rp 4 juta. Tapi sudah satu tahun yang dijanjikan tidak ada, " ujarnya.
Masih, kata Karnaen, sebelumnya para korban itu sudah meminta kepada pengelola arisan sampai mediasi, namun tidak ada titik temu. Akhirnya para korban kata Karnaen melapor ke Polres Cianjur.
" Ya sebelumnya sudah mediasi namun tidak ada titik temu ya korban melapor," terangnya.
Sementara itu, untuk kerugian dari arisan fiktif tersebut nilainya mencapai Rp.1,5 Miliar. Melihat yang yang disetorkan bernilai variatif.
"Kalau kerugiannya mencapai Rp.1,5 M ya karena setoran dari para korban ini variatif," tutupnya.
Comment