TANGERANG, CEKLISSATU – Bethsaida Hospital resmi meluncurkan Stroke Assisted Living Center (SAL-C) pada 4 Juni lalu. Fasilitas ini fokus melayani pasien pasca stroke melalui program rehabilitasi dan aktivitas sosial harian.
Nian Kurniawati, MM, selaku GM Business Development Bethsaida Healthcare mengatakan, pusat layanan ini hadir untuk meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke.
“Setiap hari pasien menjalani terapi rehabilitasi dan aktivitas sosial seperti ngobrol dengan sesama penyintas stroke, menggambar & mewarnai, membuat prakarya bunga, origami, senam bersama, karaoke, berlatih mengancing baju, bermain otello, monopoli dan catur, dimana kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk melatihan motorik halus,” ujarnya.
Baca Juga: KaSI Gelar Kegiatan Kemanusiaan untuk Penderita Stroke Bersama Bethsaida Hospital dan UPN
Kolaborasi dengan Komunitas Stroke Indonesia : Kawan Stroke Indonesia
Peluncuran SAL-C juga diiringi kerja sama strategis dengan Kawan Stroke Indonesia (KaSI). Organisasi ini dipimpin oleh Maria Sri Sinta Rosa, dan pembinanya Phillips Gunawan.
“Kerja sama ini bertujuan memperluas akses dan pilihan perawatan bagi anggota komunitas KaSI,” jelas Phillips. Ia menambahkan, SAL-C merupakan layanan pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang memberikan pendampingan holistik pasca stroke.
Kesepakatan kerja sama yang berkelanjutan diwujudkan melalui penandatanganan MoU antara Bethsaida Hospital yang diwakili Dr. Pitono selaku Direksi Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Komunitas KaSI yang diwakili Phillips Gunawan.
Alur masuk ke SAL-C sangat sederhana. Pasien cukup datang ke satu titik layanan di Bethsaida. Tim SAL-C akan menjelaskan program yang tersedia dan pasien akan di assessment oleh dokter. Setelah itu, pasien langsung mengikuti aktivitas yang sudah dirancang sesuai kebutuhannya.
Baca Juga: Lakukan 4 Pertolongan Ini pada Gejala Stroke Ringan Untuk Cegah Komplikasi
“Pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat. Semua layanan tersedia di satu lokasi,” tambah Nian Kurniaw
Ibu Maria Sri Sinta Rosa menyampaikan harapan besar bagi komunitas,"Kami ingin teman-teman stroke tidak lagi merasa sendiri. Di sini mereka dihargai dan bisa kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ucapnya.
Komunitas KaSI dan Bethsaida Hospital sepakat bahwa pemulihan pasien stroke perlu dukungan sosial dan fasilitas yang manusiawi.
Comment