KOTA BOGOR, CEKLISSATU – Kasus pengurangan isi minyak goreng Minyak Kita dari 1 liter menjadi 750 ml tengah menjadi perhatian di beberapa daerah.
Namun, di Kota Bogor, hingga saat ini tidak ditemukan kasus serupa. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi memastikan bahwa distribusi Minyak Kita di wilayahnya berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
"Kan ini sudah ada standarisasinya. Kita memantau dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (PERINDAG) memang, tapi kan kita tidak sejauh itu," ungkap Sekda, pada Senin (10/03/2025).
Baca Juga: Rumah Ambruk di Bogor Akaibat Hujan Deras Timpa Tetangga, BPBD Sebut 2 Orang jadi Korban
"Yang jelas, sudah berbentuk kemasan yang kita terima, kemudian didistribusikan ke masyarakat. Untuk kasus itu di Kota Bogor sampai sekarang belum ada," tambahnya.
Meskipun belum ditemukan di Kota Bogor, Hanafi menekankan pentingnya koordinasi dengan lembaga berwenang agar praktik kecurangan tidak terjadi.
"Harus dilakukan koordinasi sama lembaga yang berwenang tentunya. Jangan sampai nanti, karena gini, ketika demand itu tinggi, supply terbatas, ya bisa saja terjadi kemungkinan-kemungkinan kelicikan dan sebagainya, sampai menimbun dan sebagainya," tambahnya.
Hanafi juga mengungkapkan bahwa pasokan Minyak Kita di Kota Bogor sempat mengalami kelangkaan sebelum Ramadan.
"Ya ini, waktu awal bulan puasa, satu hari sebelum Ramadan, saya sidak ke Pasar Anyar ini, ternyata Minyak Kita sudah satu bulan belum ada pada waktu itu. Nah, sekarang baru ada lagi. Jadi memang Minyak Kita sudah satu bulan sebelum bulan puasa itu tidak ada di pasaran, yang ada hanya minyak premium," jelasnya.
Menurut Hanafi, kelangkaan tersebut terjadi akibat tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai.
"Ya karena kebutuhannya tinggi, permintaannya tinggi, suplainya kurang. Itu dari sananya, kita nggak pernah tahu kenapa, penyebabnya apa dan sebagainya kita nggak pernah tahu," tutupnya.
Pemerintah Kota Bogor bersama Tim Penanggulangan Inflasi dan Satgas Pangan terus memantau distribusi minyak goreng agar tidak terjadi penyimpangan, serta memastikan masyarakat mendapatkan minyak goreng sesuai harga dan standar yang berlaku.
Comment