BOGOR, CEKLISSATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang mempertimbangkan pembongkaran Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Paledang lantaran dinilai elevasi curam serta menjadi keluhan warga.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa rencana pembongkaran JPO Paledang telah diajukan ke BKAD melalui Dishub Kota Bogor pada tahun sebelumnya.

"Tahun lalu, usulan pembongkaran telah diajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor," ucapnya.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Ungkap Sindikat Penggelapan Kendaraan, Setahun Raup Keuntungan hingga Rp4 M

Dedie Rachim menyebut bahwa inspirasi pembongkaran diambil dari DKI Jakarta yang telah berhasil menerapkan pelikan crossing di jalur Transjakarta Sudirman-Thamrin. Namun, evaluasi volume penyebrang pada pelikan crossing saat ini sedang dilakukan.

Berdasarkan data yang ada, 70 persen penumpang kereta yang menggunakan sisi Jalan Mayor Oking telah beralih ke alun-alun, sedangkan 30 persen masih memanfaatkan JPO Paledang.

Sesuai diskusi dan arahan dari Wali Kota Bogor, Bima Arya jika tidak ada kendala, masih kata Dedie, pertimbangan elevasi dan sudut, keputusan untuk menghapus JPO Paledang akan diambil.

Selain pembongkaran, lanjut Dedie, upaya rekayasa lalu lintas di sekitar Stasiun Paledang sedang dipertimbangkan. 

"Ada rencana untuk menghapus dan melikuidasi beberapa jalur, serta mempertimbangkan jalur angkot di samping rel kereta sebagai alternatif," jelasnya.

Meski opsi pembongkaran tetap menjadi pilihan, alternatif pelikan crossing melalui skybridge dengan rekayasa lalu lintas antara Jalan Paledang, Jalan Kapten Muslihat, dan jalur kereta api juga menjadi pertimbangan. 

"Kalau usulan penghapusannya sudah sejak tahun lalu, tapi eksekusinya kita menyesuaikan dengan rencana rekayasa lalu lintas seputaran stasiun Paledang," katanya.