KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Ramai dan viral di media sosial video tumpukan sampah disebutkan longsor di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Menanggapi hal tersebut, Operator Alat Berat TPAS Galuga, Aji S. menyatakan bahwa yang terjadi di lokasi bukan longsor, melainkan hanya pergeseran sampah.
"Menanggapi yang ramai di media sosial tersebut tidak semuanya benar. Bukan longsor, tetapi pergeseran," ungkap Aji kepada Ceklissatu.com, Senin (09/06/2025).
"Dari sampah ke jalan warga itu sekitar 10 centimeter yang menutup akses jalan. Tetapi untuk akses jalan masih bisa dilalui kendaraan warga, baik roda dua maupun roda empat," tambah Aji.
Atas kejadian tersebut lanjut Aji, pihaknya langsung melakukan penanganan ke lokasi dengan menerjunkan tiga unit alat berat.
"Kenapa kita belum bersihkan lagi untuk pergeserannya, karena kita fokus pada pelayanan armada. Mungkin kita lanjut lagi di Minggu depan, kalau kita pelayanan sudah selesai," terang Aji.
Aji mengaku, pada hari Minggu terkadang libur dan terkadang tetap melayani seperti hari ini. Selain itu, beberapa Eskavator sedang dalam perbaikan, dan secepatnya akan diperbaiki.
"Kami mengimbau kepada warga yang sering melintas ke daerah TPAS Galuga, agar selalu hati-hati dalam berkendara, bila ada jalanan licin, kadang kita antisipasi," jelasnya.
Baca Juga: Penataan Ulang TPAS Galuga, Duet Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor Siapkan Inovasi Berbasis Energi
Terpisah, sebelumnya warga sekitar, H. Kamal mengatakan, kejadian longsor ini bukan sekali dua kali saja terjadi di TPAS Galuga. Mengingat situasi dan kondisi TPAS Galuga sudah tidak bisa memadai.
"Kami selaku masyarakat Galuga berharap ada perbaikan atau perluasan lahan, terutama lahan-lahan warga yang sekarang tertimbun agar dibebaskan kepada pemerintah," ucapnya kepada wartawan.
Ia menyatakan, oleh karena itu sudah saatnya berbenah dan melakukan pembenahan di TPAS Galuga. Bukan hanya sebatas lima tahun per lima tahun selalu tidak ada perubahan. Terutama di infrastruktur jalan harus mempunyai jalan khusus TPAS Galuga.
"Dan di lokasi pembuangan itu kami selalu kebanjiran, karena tidak mempunyai saluran air diujung pembuangan itu," tuturnya.
Baca Juga: Sebanyak 800 Ton Sampah yang Masuk ke TPAS Galuga Tiap Harinya
Ia juga berharap, di pemerintahan yang baru baik Bupati maupun Wali Kota Bogor dapat melihat serta meninjau langsung setiap hujan besar.
"Mudah-mudahan di pemerintahan baru, Bupati dan Wali Kota Bogor yang baru untuk melihat dan meninjau langsung. Setiap hujan besar kami selalu kebanjiran, mulai dari RW08 bermuara di RT11/06," bebernya.
"Sekarang kejadian longsor ini, Alhamdulillah tidak ada korban, karena kejadiannya sudah sore dan waktu Idul Adha yaitu hari Jumat. Mudah-mudahan segera diperbaiki," katanya.
Ia menilai, tanggul atau penahan yang dibuat pemerintah sangat tipis sekali. Penahannya terbuat dari besi panel, bulan dari pondasi.
Baca Juga: Kerap Terjadi Longsor, Ribuan Pohon Ditanam di Area TPAS Galuga
"Kalau dari pondasi saya fikir tidak akan seperti itu kalau dibuat sesuai dengan rencana dan aturan. Dan adanya longsor tersebut dinilai cukup mengganggu aktivitas warga. Maka harus segera diperbaiki longsoran tersebut," pungkasnya.
Comment