BRASIL, CEKLISSATU.COM - Perwakilan tingkat tinggi berbagai negara anggota UNFCCC, termasuk perwakilan NGO, sektor swasta, masyarakat adat, petani, dan para observer, menghadiri Third Annual High-Level Ministerial Roundtable on Just Transition.
Forum resmi di bawah UAE Just Transition Work Programme (JTWP) ini bertujuan memperkuat agenda transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon yang inklusif, berbasis hak asasi manusia, serta berkeadilan sosial.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari mandat Keputusan 1/CMA.4 dan 3/CMA.5, yang menekankan bahwa transisi menuju ekonomi rendah emisi harus dilakukan melalui dialog sosial yang efektif, tidak meninggalkan kelompok rentan, serta memastikan perlindungan sosial bagi pekerja dan masyarakat terdampak.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa para menteri dari negara maju maupun berkembang sepakat bahwa transisi berkeadilan tidak hanya berkaitan dengan sektor energi.
Transisi juga harus mencakup aspek sosial-ekonomi, perlindungan tenaga kerja, ketahanan iklim, serta pembangunan yang sejalan dengan prioritas nasional masing-masing negara.
"Transisi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja hijau, dan memastikan kelompok rentan tidak tertinggal," ungkap Hanif Faisol, Sabtu (22/11/2025).
Baca Juga: Jajaki Kerja Sama Menteri LH Serahkan Dokumen National Adaption Plan di Gelaran COP30
"Negara berkembang juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam pendanaan, teknologi, dan peningkatan kapasitas, dengan tetap berlandaskan prinsip Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR-RC)," tambah Hanif Faisol.
Comment