BANDUNG, CEKLISSATU – Kegiatan pembekalan para Menteri Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang Jawa Tengah selama tiga hari oleh Presiden Prabowo mendapat tanggapan Guru besar Politik dan Keamanan Universitas Padajajaran (Unpad) Bandung, Muradi.

Menurut Muradi bahwa pembekalan itu Presiden ingin menunjukan gaya berbeda dalam memimpin pemerintahan dari Presiden-presiden sebelumnya.

"Prabowo dalam pembekalan tersebut ingin memberikan kedisiplinan dan tanggung jawab para menteri untuk menyukseskan program presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran," kata Muradi di Bandung, Sabtu (26/10/2024).

Baca Juga : Kapolri Isi Materi Pemberantasan Korupsi di Retreat Kabinet Merah Putih

Muradi mengatakan, urgensi pembekalan para menteri kabinet merah putih bahwa ada empat isu terkait dengan pemerintahan yang ingin disampaikan Prabowo.

Yang pertama itu menurut muradi adalah soal tata kelola pemerintah yang baik, kedua soal program prioritas yaitu makan siang gratis, hilirisasi dan yang ketiga itu bicara pemerintahan anti korupsi.

'Dan yang keempat adalah pembekalan tersebut ingin menujukan agar para meteri kabinet merah putih memahami betul manajemen pemerintahan di bawah kepemimpinananya yang berlatar belakang militer tegas dan disiplin," kata Muradi.

Baca Juga : Hari Kedua Retreat, Kabinet Merah Putih Jalani Pembekalan Prioritas Hilirisasi hingga Makanan Bergizi

Sambung Muradi sehingga Prabowo pun usai melantik para menteri, wakil menteri dan kepala badan melakukan pendekatan militeristi, apalagi militer selama 30 tahun menjadi bagian dari hidup dan karir Prabowo.

"Sehingga sesuai dengan karateristik prabowo ingin menunjukan kepada rakyat indonesia bahwa para menterinya harus benar benar kerja keras dispilin dan bertanggung jawab dalam menjalankan program dan visi misinya selama memimpin pemerintahan lima tahun kedepan bersama wapresnya Gibran Raka Buming Raka." ungkapnya.