JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Selain Indonesia, sejumlah negara telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026, di antaranya Singapura dan Australia.

Di Australia, muslim di negara tersebut akan memulai puasa besok karena tidak melihat hilal. Hal ini ditetapkan Dewan Fatwa Australia, hilal baru muncul setelah matahari terbenam pada Selasa 17 Februari 2026.

Disebutkan bahwa di Sydney matahari akan terbenam pada pukul 19.45 (AEST), sedangkan bulan baru Ramadan akan lahir pukul 23.01.

Baca Juga: Di Tengah Perbedaan Penetapan, Muhammadiyah Cibinong Bogor Mulai Tarawih Lebih Awal di Masjid Umar Bin khattab

Sementara itu di wilayah Australia Barat atau Perth matahari akan terbenam pukul 19.04 (AEST), dan hilal Ramadan akan lahir pukul 20.01. Maka itu, besar kemungkinan 1 Ramadan tidak bisa dimulai pada malam itu. 

"Ini berarti bahwa bulan baru akan lahir setelah matahari terbenam di Australia, dan bulan Ramadan tidak dapat dimulai pada malam itu," ucap Ketua Dewan Fatwa Australia, Dr Ibrahim Abu Mohamad dalam pengumuman  yang diunggah di medsos Dewan Fatwa Australia.

"Oleh karena itu: Bulan Suci Ramadan tahun ini 1447H-2026 akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026," tambah Ibrahim Abu Mohamad.

Baca Juga: Tempat Hiburan Malam di Jakarta Wajib Tutup 1 Hari Sebelum Ramadan hingga Hari Kedua Idulfitri

Muslim di Australia akan mulai Tarawih pada Rabu 18 Februari 2026 malam. Sama seperti di Indonesia, Dewan Fatwa Australia mengimbau warganya saling menghormati terkait perbedaan awal Ramadan

Dewan Imam Nasional Australia dan Dewan Fatwa Australia memahami dan menghormati para imam dan ulama lainnya yang mungkin berbeda pendapat. Pihaknya turut minta umat Islam menghormati perbedaan ini.