CIANJUR,CEKLISSATU -Sebanyak 8 Rumah Tahan Gempa (RTG) di Kampung Cidulang. Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur Jawa Barat belum diselesaikan pembangunannya. Padahal, seharusnya sudah rampung dalam waktu dua minggu oleh pihak ketiga, namun sudah hampir empat bulan ini tidak kunjung ada kepastian, Rabu, 11 Oktober 2023.
Irma (41) salah satu korban gempa yang saat ini rumahnya belum selesai pembangunannya mengatakan, sebelumnya ingin membangun secara mandiri. Namun setelah uang pencairan tahap pertama teah diambil dan dibelikan bahan bangunan, Irma di panggil pihak desa dan pihak ke tiga agar penyelesaian pembangunan RTG miliknya di selesaikan pihak ketiga.
“Waktu itu saya ingin bangun secara mandiri, beres cair di tahap pertama saya belikan bahan bangunan, namun saya dipanggil pihak desa katanya harus dibangun sama aplikator ya udah saya serahkan semua uang sisanya Rp. 13,5 juta ke Kadus. Saya tunggu,tunggu malah gak dibangun-bangun. Gak jelas pak alasannya, udah empat bulan ini,”ujarnya.
Baca Juga : Gempa Bumi Magnitudo 6,6 Guncang Kepulauan Izu, Sempat Picu Tsunami
Menanggapi masalah ini Humas PT Guriang Manggung Padjajaran (GMP) Ariadi S Pratama yang berkerja sama dengan aplikator menjelaskan pihaknya sudah mengkonfirmasi dengan warga yang mengeluhkan terkait maslaah ini. Ariadi mengatakan awalnya warga sudah mencairkan 40 persen sebelum mengkorfimasi ke PT. GMP pemilik produk Riksa dan meminta dibangunkan RTG.
“Warga setelah mencairakan 40 persen sebelumnya tidak konformasi kepada kami,dan meminta kepada kami untuk dibangungkan RTG Riksa, otomatis kami mempertanyakan kaitan anggaran tersebut dan kita berembuk di desa dengan disaksikan perangkat desa agar mengembalikan yang sudah di cairkan. Harapan kami, Rp. 60 juta itu sesuai Pagu bangunan RTG harus disetorkan kembali,” ungkapnya saat ditemui di kantornya di Jalan Siliwangi, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur Kota, Rabu, 11 Oktober 2023.
Masih kata Ariadi, pihaknya kemudian bertemu kembali dengan delapan warga yang rumahnya akan dibangun RTG agar mengembalikan uang yang sudah dicairkan tersebut. Pihaknya akan membangun kembali RTG apabila belum dicairkan dari warga.
“Pembangunan RTG Riksa ini akan dilakukan apabila memang belum dicairkan oleh masyarakat, karena kalo sudah cairkan masyakarat terus kita membangun otomatis akan berkurang Pagunya. Kerugian tersebut otomatis tidak akan ditanggung oleh kita, tapi karena kemanusian akhirnya kita ambil inisiasi, boleh dibangunkan tapi setor tunaikan kembali ke rekening atas nama penyitas gempa tersebut,” imbuhnya.
Ariadi juga membeberkan delapan warga tersebut yang belum mengembalikan uang pencairan ke nomor rekening masing-masing penerima bantuan stimulant gempa.
“untuk kaitan seperti Pak Sofyan masih ada sisa Rp. 3 juta yang belum dikembalikan, Pak Sodikin Rp. 4,1 juta, Pak Iyan Rp. 16 juta, bu Irma Rp. 10,3 Juta , Nais Rp.2,5 juta, Ridwan Rp. 3,5 juta dan atas nama Aman masih kurang Rp. 1, 7 juta, dan sehingga ini menjadi kendala makanya kenapa kami selalu menyampaikan pembangunan RTG ini akan dilakukan apabila belum dicairkan masyarakat,” ungkapnya.
Ariadi meyakinkan pembangunan RTG akan diselesaikan setelah warga tersebut menyetorkan secara keseluruhan.
“Intinya kita ketika masyakarat sudah full menyetorkan kembali ke rekeningnya itu ya kita bangunkan,” tutupnya
Comment