DEPOK, CEKLISSATU.COM - Perayaan Lebaran Depok 2026 akan dilaksanakan dengan konsep yang lebih semarak dan padat, menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya Betawi hingga Nusantara di tiga wilayah sekaligus.
Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah menyampaikan, bahwa seluruh persiapan telah dimatangkan bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, DPRD, komunitas Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD), hingga TNI dan Polri.
“Alhamdulillah semua sudah kami siapkan. Konsepnya tetap mengusung seni budaya seperti tahun lalu, namun dengan rangkaian yang lebih padat,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Tradisi Ngubek Empang di Depok
Lebaran Depok akan berlangsung selama lima hari, yakni 5 hingga 9 Mei 2026.
Pembukaan akan dilakukan secara serentak di tiga wilayah, yaitu Tapos, Cipayung, dan Bojongsari.
"Pembukaan dilaksanakan pada 5 Mei di tiga lokasi sekaligus, dan penutupan pada 9 Mei," jelasnya.
Baca Juga: Tradisi Nyedengin Baju dan Fashion Show Baju Pangsi dan Kebaya Encim di Lebaran Depok 2023
Hamzah menjelaskan, berbagai pertunjukan akan meramaikan Lebaran Depok 2026, mulai dari lenong Betawi, tarian Nusantara, hingga hiburan musik.
"Budaya Betawi tetap menjadi ciri utama, lenong masih ditampilkan. Selain itu, ada juga tari-tarian dari berbagai daerah," kata Hamzah.
Panitia juga menyiapkan penampilan band ternama untuk memeriahkan suasana, meski nama-namanya belum dapat diumumkan karena masih dalam proses kontrak.
Tidak hanya sebagai hiburan, Lebaran Depok 2026 juga mengusung misi edukasi budaya, khususnya bagi generasi muda.
Baca Juga: Hadir di Taman Sari, Bang Azran Dukung Pelestarian Budaya Betawi
Sejumlah tradisi khas Depok akan diperkenalkan kembali, seperti rantangan (tradisi berbagi makanan), ngaduk dodol, hingga kegiatan bersih-bersih perabot rumah.
"Ini menjadi fokus kami, bagaimana budaya Depok bisa kembali dikenal luas oleh masyarakat," ujarnya.
Untuk memperkuat aspek edukasi, panitia juga melibatkan dunia pendidikan, salah satunya melalui pawai budaya yang akan diikuti para guru pada hari penutupan.
Baca Juga: Gelar Gebyar Seni Budaya Setu Babakan, Disbud DKI Jakarta: Lestarikan Budaya Betawi
"Kami akan mengundang para guru untuk berpartisipasi dalam pawai budaya saat penutupan," tambahnya.
Ke depan, Hamzah berharap budaya lokal Depok dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, agar generasi muda lebih mengenal sejarah dan warisan budaya daerahnya.
"Ini sangat potensial untuk diusulkan masuk ke kurikulum, supaya anak-anak memahami budaya leluhur mereka," tutupnya.
Comment