CIANJUR,CEKLISATU - Dihari ketiga bulan Ramadan 1444 H, pengrajin kolang-kaling di Kampung Cijati, Desa Batu Lawang, Kecamatan Cibinong, Cianjur, Jawa Barat kebanjiran pesanan,m. Namun, pesanan tidak terpenuhi karena kurangnya bahan baku buah aren ini.
Saad (45) salah satu pengrajin kolang-kaling mengatakan, pesanan kolang-kaling tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya karena adanya Covid 19. Pesanan kata Saad bukan hanya dari sejumlah pasar di Cianjur namun sampai luar Cianjur seperti Sukabumi.
Baca Juga : FIFA Match Day : STY Telah Mempelajari Gaya Permainan Burundi
"Alhamdulillah pak kalau tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya karena Covid 19. Sampai Sukabumi pak ya pesan kolang-kaling," ujarnya.
Masih kata Saad, hingga puasa ke tiga ini sudah puluhan kuintal kolang-kaling yang terjual. Biasanya Saad menjual kolang-kaling ke tengkulak dengan harga Rp.110 ribu per gelasnya atau 15 kilogram.
" Sudah kuintalan ya. Saya biasanya jual ke tengkulak satu kaleng berat 15 kilo itu Rp. 110 ribu," terangnya.
Namun banyaknya pesanan lanjut Saad tidak sebanding dengan bahan baku dari buah aren ini.
"Pesanan sih banyak tapi bahan bakunya pak susah buah aren lagi susah jadi ya seadanya aja," tutupnya.
Comment