BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Belasan mahasiswa Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu melakukan aksi mendadak di depan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar), Bandung.
Para mahasiswa UNWIR mendatangi Kejati Jabar dengan membawa dokumen audit dan laporan resmi terkait dugaan korupsi Rp139 miliar di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja Indramayu (BPR KRI).
Mereka menuntut Kejati Jabar mengusut tuntas kasus dugaan kredit fiktif dan mengungkap aktor utama di balik skandal tersebut.
Baca Juga: Korupsi Dana Hibah Pramuka Kota Bandung Rp6,5 Miliar, Kejati Jabar Tetapkan Empat Orang Tersangka
Perwakilan mahasiswa, Muhammad Daffa menyampaikan, bahwa mereka menilai penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi kredit fiktif di BPR KRI belum menyentuh aktor utama.
Daffa menegaskan, bahwa terdapat indikasi kuat keterlibatan pihak eksternal di luar manajemen bank yang turut mengatur pencairan dana dan aliran uang haram.
"Kami datang bukan hanya orasi, tapi juga membawa dokumen audit dan pemberitaan media yang menunjukkan adanya dalang besar. Jangan hanya hukum yang kecil, bongkar juga yang di atas," kata Daffa.
Baca Juga: Enam Aset Milik Kebun Binatang Bandung Disita Kejati, Ini Alasannya
Menanggapi hal itu, Kasi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Nur Scahyawijaya menyatakan, apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa.
"Kami akan mendalami laporan yang masuk. Semua laporan dugaan korupsi akan kami proses sesuai mekanisme hukum," kata Nur.
Dia juga menegaskan, bahwa Kejati Jabar terbuka terhadap masukan dan bukti tambahan dari publik demi menuntaskan kasus secara menyeluruh.
Comment