JAKARTA, CEKLISSATU - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap penyebab longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Kepala Badan Geologi Sugeng Mujiyanto mengatakan bencana gerakan tanah yang terjadi itu diperkirakan berupa aliran bahan rombakan atau debris flow.
"Berdasarkan Peta Geologi Regional Natuna, batuan penyusun di daerah bencana termasuk dalam batuan plutonik serasan yang tersusun granodiorit biotit dan granit hornblenda dengan helatan metasedimen," kata Sugeng dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 7 Maret 2023.
Sugeng menuturkan faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan akibat kemiringan lereng tebing yang curam, tanah palapukan yang tebal dari batuan tua berupa lapukan granodiorit, dan curah hujan yang tinggi dengan durasi lama.
Baca Juga : Detik-detik Satu Kampung di Natuna Tertimbun Longsor, Puluhan Orang Hilang
Badan Geologi mengimbau warga yang berada dekat alur aliran bahan rombakan untuk selalu waspada terkhusus saat hujan maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama, karena daerah tersebut masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.
Selain itu, kegiatan penanganan longsoran agar memperhatikan cuaca dengan tidak melakukan penanganan saat hujan dan setelah hujan deras sebab daerah itu masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas.
Kemudian, pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi yang longsor untuk meningkatkan kewaspadaan.
Selanjutnya, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana akibat gerakan tanah.
"Masyarakat setempat diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah maupun BPBD setempat," pungkas Sugeng.
Comment