"Yang sudah mengikuti pelatihan ada 210 orang, dan mereka akan berangkat ke Jepang secara bertahap sampai semester pertama. Insya Allah, sampai Mei nanti seluruh peserta sudah berangkat," tambah Fauzi A. Manurung, yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Jirutsu Nusantara.
Mayoritas peserta magang ini akan bekerja di sektor manufaktur dan konstruksi, meskipun ada juga yang ditempatkan di bidang perhotelan dan pertanian.
Baca Juga: BMKG Prediksi Curah Hujan Masih Tinggi, Dedie Rachim Cek Kesiapan BPBD Siaga Potensi Bencana
"Kebanyakan manufaktur dan konstruksi. Sebenarnya beragam bidang kerja anak-anak yang ikut sekarang, ada manufaktur, ada konstruksi, ada perhotelan, ada pertanian juga," jelasnya.
"Tapi memang yang paling banyak kita di sini manufaktur dan konstruksi," jelas Fauzi A. Manurung.
Program pemagangan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia agar siap bersaing di pasar kerja internasional, khususnya di sektor-sektor yang membutuhkan tenaga kerja terampil dengan standar global.
Comment