KOTA BOGOR, CEKLISSATU — Sebanyak 210 peserta program magang resmi dilepas untuk bekerja di Jepang dalam berbagai sektor industri. Pelepasan yang berlangsung pada Rabu (12/3/2025).
Ini dilakukan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja di pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) yang digunakan sebagai lokasi pelatihan gabungan beberapa Sending Organization (SO) dari seluruh Indonesia.
"Ya Alhamdulillah ya, hari ini walaupun kita dapat konfirmasi yang cukup mendadak, Pak Menteri berkenan melepas peserta latgab," ungkap Ketua Bidang Hubungan Dalam Negeri Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN), Fauzi A Manurung.
"Jadi konsepnya pusdiklat kita ini dimanfaatkan untuk pelatihan gabungan beberapa SO dari seluruh Indonesia," tambahnya.
Baca Juga: Kemnaker Lepas 210 Peserta Magang ke Jepang, Tekankan Pentingnya Pengalaman dan Relasi
Dalam acara tersebut, hanya tiga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang mendapat kesempatan melepas peserta magangnya, yakni LPK Jirutsu Nusantara, LPK Bangkit Indonesia, dan LPK Trimitra Matahari Mandiri.
Para peserta telah menjalani pelatihan bahasa Jepang, budaya Jepang, serta keterampilan yang sesuai dengan bidang kerja mereka di Jepang.
"Yang sudah mengikuti pelatihan ada 210 orang, dan mereka akan berangkat ke Jepang secara bertahap sampai semester pertama. Insya Allah, sampai Mei nanti seluruh peserta sudah berangkat," tambah Fauzi A. Manurung, yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Jirutsu Nusantara.
Mayoritas peserta magang ini akan bekerja di sektor manufaktur dan konstruksi, meskipun ada juga yang ditempatkan di bidang perhotelan dan pertanian.
Baca Juga: BMKG Prediksi Curah Hujan Masih Tinggi, Dedie Rachim Cek Kesiapan BPBD Siaga Potensi Bencana
"Kebanyakan manufaktur dan konstruksi. Sebenarnya beragam bidang kerja anak-anak yang ikut sekarang, ada manufaktur, ada konstruksi, ada perhotelan, ada pertanian juga," jelasnya.
"Tapi memang yang paling banyak kita di sini manufaktur dan konstruksi," jelas Fauzi A. Manurung.
Program pemagangan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia agar siap bersaing di pasar kerja internasional, khususnya di sektor-sektor yang membutuhkan tenaga kerja terampil dengan standar global.
Comment