BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Banjir rutin melanda Antapani Kidul saat hujan deras memaksa Pemkot Bandung menertibkan bangunan liar di bantaran sungai.
Persoalan banjir masih menjadi tantangan besar di Kelurahan Antapani Kidul. Tiga sungai yang melintasi wilayah ini, Ciparumpung, Ciudurian, dan Cibodas sering meluap ketika hujan deras, menyebabkan genangan di beberapa RW.
Lurah Antapani Kidul, Dedi Juardi mengungkapkan, penyebab utama banjir adalah sedimentasi dan penyempitan aliran akibat bangunan liar.
Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Banjir di Desa Warujaya Parung Bogor, BPBD Sebut 60 Jiwa Terdampak
"Sungainya kecil, jadi meluber ke atas. Ada penyempitan dan sedimentasi. Bahkan ada warga yang mengurug untuk bangunan di kiri-kanan sungai," jelasnya dalam keterangannya, Jumat (26/9/2025).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, pola penyempitan sungai akibat pembangunan liar bukan hanya terjadi di Antapani Kidul, tetapi juga di wilayah lain Kota Bandung.
"Kalau nanti saya verifikasi ke lapangan, jangan-jangan polanya sama dengan Babakan Ciamis, sama dengan Cikapundung, sama dengan Citepus. Makin banyak kita bisa mencatat, artinya kita akan mengetahui polanya," ujarnya.
Baca Juga: Banjir Besar Terjang Bali: 14 Jiwa Meninggal Dunia, Ratusan Warga Mengungsi
Untuk mengatasi persoalan banjir, Pemkot Bandung sejak 2021 telah bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan program Citarum Harum.
Hasilnya, dilakukan penertiban bangunan tanpa izin di sepanjang sempadan Sungai Cidurian dan Cibodas.
Proses ini tidak mudah, karena ada warga yang harus direlokasi.
Sebagian warga yang terdampak bahkan direlokasi ke Rusun Rancacili, dengan dukungan 35 unit hunian sementara dari Pemkot.
Baca Juga: Wanita Paruh Baya Tewas Terjatuh 4 Meter di Bawah Jembatan Jalan Jurang Bandung
Penertiban tersebut kemudian membuka jalan bagi lahirnya proyek Waterfront Cidurian-Cibodas sepanjang 1.365 meter.
Kawasan bantaran sungai yang tadinya kumuh, kini mulai berubah menjadi ruang publik yang lebih tertata.
Waterfront ini tidak hanya berfungsi menahan luapan sungai, tetapi juga menghadirkan wajah baru bagi kawasan tersebut.
Baca Juga: Pasca Banjir, Pemerintah dan Warga Lakukan Pengerukan Sungai Cibeteung di Rancabungur
Area bantaran kini dimanfaatkan untuk olahraga, rekreasi, hingga wisata swafoto.
Lebih jauh lagi, proyek ini mendukung program kesehatan masyarakat melalui pencapaian 100% ODF (Open Defecation Free) serta penurunan angka stunting.
Farhan menilai langkah ini sebagai solusi jangka panjang yang memberikan manfaat ganda.
Baca Juga: Gerak Cepat Lurah Pakansari Tindaklanjuti Banjir Sarimulya, Siapkan Evakuasi dan Pengajuan Bantuan
"Normalisasi sungai bukan hanya soal menanggulangi banjir, tapi juga membuka ruang kota yang sehat, produktif, dan bermanfaat bagi warga," tegasnya.
Meski demikian, upaya penanggulangan banjir tidak berhenti di proyek besar semata.
Warga bersama kelurahan secara rutin melaksanakan program padat karya berupa pengerukan sedimentasi di Sungai Cibogo.
Baca Juga: Normalisasi Sungai Antisipasi Banjir
Kegiatan gober, kebersihan gorong-gorong, dan normalisasi saluran air dilakukan sebagai bentuk antisipasi jangka pendek agar banjir tidak mudah datang.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Bandung berharap Antapani Kidul bisa menjadi contoh penataan lingkungan berbasis mitigasi bencana.
Comment