CIANJUR, CEKLISSATU - Sebanyak 1.649 ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kondisinya rusak berat.
Sementara 1.201 SD yang tersebar di 32 kecamatan Kabupaten Cianjur kekurangan kelas baru.
Kepala Bidang (Kabid ) SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Arifin mengatakan ruang kelas SD yang rusak itu sudah berlangsung sejak lama. Menurutnya kondisi tersebut disebabkan faktor alam dan tidak adanya anggaran pemeliharaan selama Covid-19.
"Tercatat 1.649 ruang kelas rusak berat, 1.952 rusak sedang dan 1.605 rusak ringan. Kalau rusaknya sudah lama ditambah waktu pademi Covid selama 2 tahun itu sekolah kan tidak digunakan, jadi tidak terawat," ujarnya.
Sementara sekolah dasar di tiap kecamatan mengalami kekurangan ruang kelas baru. Ia menyebut butuh 1.201 ruang kelas baru untuk bisa menampung peserta didik sebanyak 253.296 siswa.
"Kami terus berupaya mengajukan anggaran ke pemerintah melaui DAK dan DAU. Mudah-mudahan secepatnya bisa terealisasi," terangnya.
Sampai saat ini, dari 1.649 ruang kelas yang rusak berat hanya 22 sekolah yang terealisasi untuk perbaikan. Itu pun pengerjaan rehab sekolah dilaksanakan di tahun anggaran 2023 nanti.
"Karena sekarang sistemnya masuk ke aplikasi. Mudah-mudahan tidak bergeser lagi ya," ungkapnya.
Meski kondisi sekolah rusak dan kekerungan ruang kelas, pihaknya telah menginstruksikan ke setiap sekolah untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara maksimal dan sementara waktu memanfaatkan ruang yang ada.
"Mohon bersabar, meskipun keadaan sekolah membuat tidak nyaman peserta didik ataupun guru," pungkasnya.
Comment