CIANJUR, CEKLISSATU - Data pemilih Pemilu di KPUD Cianjur,Jawa Barat dibobol hacker dan tersebar di media sosial Instagram dengan menggunakan akun Annonim. Data tersebut berupa nama, no NIK, alamat lengkap dan usia yang berjumlah 10 ribu data pemilih, Jumat 16 Sepetember 2022.
Komisioner KPUD Cianjur Rustiman mengakui, namun data yang tersebar itu merupakan data pemilih tahun 2014. Phaknya, telah memakai data terbaru tahun 2019 untuk pemilih.
“kemungkinan data itu didapat dari penguman atu file-file yang pernah disampaikan ke beberapa pihak atau diumumkan secara publik,"kata dia.
"Jadi bukan data glondongan dari kita yang bocor apalagi dari aplikasi kita yang bocor,” ujarnya.
Data yang bocor tersebut, kata dia, tidak memiliki DP Id dan hanya menampilkan nama, alamat no NIK, NKK namun sambung Rustiman mengakui data tersebut merupakan data publik yang diumumkan di tingkat PPS.
“Secara umum data tersebut 2014 data publik ya jadi dilevel PPS diumumkan dan mungkin saja ada yang foto dan kemudian di ektrak ke excel sehingga ada pihak-pihak tertentu yang mengambil data itu untuk dipergunakan apa gitu. Kalau 2014 itukan NIKnya belum berbintang dan mulai 2018 sudah berbintang ya,” ungkapnya.
Dia menegaskan, pihaknya sudah mempunyai keamanan sendiri berupa perangkat untuk pegamanan jaringan. Selain itu setiap satu bulan sekali mengganti pasword sebagai upaya mencegah data bocor.
“Kalau upaya kita ini setiap satu bulan sekali juga selalu mengganti pasword dan pemakaian apliaksi juga dibatasi. KPU RI tentunya juga KPUD Cianjur sudah mempunyai alat sendiri berupa perangkat jaringan sebagai keamanan berlapis, dan dipastikan data yang bocor itu bukan dari web kami ya karena kami punya pegamanan berlapis ya,” tutupnya
Comment