CIANJUR, CEKLISSATU - Akibat naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM ) menyebabkan harga kacang kedelai impor naik dari Rp.11.500 menjadi Rp.12.500 perkilogramnya. Dampaknya, penghasilan  pengrajin tahu mengalami penurunan.

Salah satunya Adi Suardi (45) pengrajin tahu di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur Kota,  menuturkan naiknya harga kedelai ini sudah terjadi sejak awal BBM dari Rp.1.500 kini menjadi Rp 12.500 perkilogramnya. Para pengrajin tahu lanjut Adi sudah tidak bisa mensiasati dengan memperkecil ukuran tahu.

"Kenaikan BBM  berpengaruh sekali ke penghasilan karena daya beli warga sekarang menurun," ujarnya. 

Untuk menutupi biaya produksi sambung Adi, para pengrajin akan menaikan harga jual tahu namun masih menunggu kesepakatan bersama.

"Kita nanti naikin harga aja pak gak mungkin kita kalau perkecil ukuran tapi tidak bisa menutupi ongkos produksi. Tapi nanti kita nunggu kesepakatan bersama karena sekarang berpengaruh ke penghasilan," ungkapnya.

Adi berharap agar pemerintah bisa mengatasi kenaikan harga kedelai impor ini Agar tidak merugikan pengrajin tahu dan tempe.


"Saya harap pemerintah bisa mengatasi masalah kenaikan ini bagaimana caranya lah," harapnya.