Bagi Apih Ujang, sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan jantung peradaban sebuah desa. Maka ketika jantung itu mulai retak, tidak bisa tidak, seluruh komunitas harus bergerak cepat menyelamatkannya.

Baca Juga: Komitmen Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal, Kampung Urug Sukajaya Jadi Kawasan Heritage

Ia mengusulkan satu jalan keluar yang dianggap paling realistis yakni, relokasi.

“Kami tidak ingin mendengar adanya insiden yang menimpa anak-anak kita atau para guru akibat lambannya penanganan. Pemerintah jangan menunggu sampai ada korban dulu baru bergerak," terangnya. 

"Relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman harus segera diputuskan. Jangan memaksakan membangun kembali di tempat yang jelas-jelas tidak stabil. Ini soal keselamatan generasi masa depan kita,” tegasnya.

IMG_20250626_133916.webp
CEK KONDISI: Tokoh masyarakat, Ujang Ruhyadi saat meninjau kondisi bangunan SMP Negeri 1 Sukajaya, Kabupaten Bogor, pada Rabu (25/06/2025).

Lebih dari sekadar menyuarakan kritik, Apih Ujang juga membawa tawaran solusi. Masyarakat, katanya, siap turun tangan membantu. Baik dalam pencarian lahan baru, maupun dalam menyusun langkah-langkah konkret menuju relokasi yang aman dan layak.

Baca Juga: Pemkab Bogor Serahkan 409 Sertifikat Hunian Tetap kepada Warga Terdampak Bencana di Cigudeg dan Sukajaya

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Namun tentu inisiatif dan tindakan awal harus datang dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Sementara itu, anak-anak SMPN 1 Sukajaya masih datang ke sekolah seperti biasa. Di tengah keretakan dan ketidakpastian, mereka tetap membawa buku dan semangat, berharap bahwa di balik dinding yang runtuh, ada masa depan yang masih bisa diselamatkan. Sebuah sekolah boleh retak, tetapi jangan biarkan harapan mereka ikut runtuh. (DIDIN KHAERUDIN)