KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Di lereng tenang Sukajaya, tempat ilmu semestinya tumbuh dan berkembang, kini justru berdiri bangunan yang perlahan-lahan seolah menyerah pada bumi yang terus bergerak. 

SMP Negeri 1 Sukajaya, merupakan sekolah kebanggaan masyarakat setempat, saat ini tengah berada dalam kondisi kritis akibat pergerakan tanah yang tak kunjung reda.

Langit pagi yang mendung menambah muram suasana saat menjejakkan kaki di halaman sekolah. Retakan demi retakan mengular di dinding-dinding ruang kelas, seolah menjadi saksi bisu bahwa tempat ini sedang terluka.

Lantai yang bergelombang tak lagi ramah untuk pijakan kaki kecil para siswa. Bahkan atap sekolah mulai mengendurkan genggamannya, menandakan bahwa waktu terus memakan kekokohan bangunan ini.

Baca Juga: PCI Matla'ul Anwar Gandeng Neragreen Indonesia Tanam Pohon di Sukajaya, Meriahkan Hari Jadi Bogor Ke-543

Di tengah kekhawatiran itu, tokoh masyarakat, Ujang Ruhyadi, atau yang akrab disapa Apih Ujang, datang meninjau langsung kondisi sekolah yang ia sebut sebagai “darurat kemanusiaan”. Tatapannya nanar menyapu setiap sudut ruang kelas yang nyaris tak layak huni.

“Saya sangat prihatin melihat langsung kondisi bangunan sekolah ini. Hampir semua ruangan kelas mengalami retak yang cukup parah," ungkapnya. 

"Ini bukan sekadar retakan biasa, tapi indikasi kuat bahwa ada pergerakan tanah aktif yang terus berlangsung. Jika dibiarkan, ini bisa berakibat fatal,” tambahnya dengan suara berat, Rabu (25/06/2025).

Bagi Apih Ujang, sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan jantung peradaban sebuah desa. Maka ketika jantung itu mulai retak, tidak bisa tidak, seluruh komunitas harus bergerak cepat menyelamatkannya.

Baca Juga: Komitmen Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal, Kampung Urug Sukajaya Jadi Kawasan Heritage

Ia mengusulkan satu jalan keluar yang dianggap paling realistis yakni, relokasi.

“Kami tidak ingin mendengar adanya insiden yang menimpa anak-anak kita atau para guru akibat lambannya penanganan. Pemerintah jangan menunggu sampai ada korban dulu baru bergerak," terangnya. 

"Relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman harus segera diputuskan. Jangan memaksakan membangun kembali di tempat yang jelas-jelas tidak stabil. Ini soal keselamatan generasi masa depan kita,” tegasnya.

IMG_20250626_133916.webp
CEK KONDISI: Tokoh masyarakat, Ujang Ruhyadi saat meninjau kondisi bangunan SMP Negeri 1 Sukajaya, Kabupaten Bogor, pada Rabu (25/06/2025).

Lebih dari sekadar menyuarakan kritik, Apih Ujang juga membawa tawaran solusi. Masyarakat, katanya, siap turun tangan membantu. Baik dalam pencarian lahan baru, maupun dalam menyusun langkah-langkah konkret menuju relokasi yang aman dan layak.

Baca Juga: Pemkab Bogor Serahkan 409 Sertifikat Hunian Tetap kepada Warga Terdampak Bencana di Cigudeg dan Sukajaya

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Namun tentu inisiatif dan tindakan awal harus datang dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Sementara itu, anak-anak SMPN 1 Sukajaya masih datang ke sekolah seperti biasa. Di tengah keretakan dan ketidakpastian, mereka tetap membawa buku dan semangat, berharap bahwa di balik dinding yang runtuh, ada masa depan yang masih bisa diselamatkan. Sebuah sekolah boleh retak, tetapi jangan biarkan harapan mereka ikut runtuh. (DIDIN KHAERUDIN)