KOTA BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay menyebutkan bahwa pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) pihaknya tidak mau kehilangan momentum guna meningkatkan tingkat hunian (okupansi) hotel di Kota Bogor.
Meski menggunakan platform digital, promo-promo tetap dilakukan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Bogor.
"Bagaimana keseragaman Harga ini dijalankan teman-teman nggota PHRI, sehingga tidak membuat banting Harga, dna kita harus tetap menjaga kualitas," ungkap Yuno kepada ceklissatu.com.
Ia mengaku, menjelang liburan panjang seperti Nataru, sudah disiapkan sejak jauh hari dalam menggaet wisatawan.
Baca Juga: Ratusan Ribu Wisatawan Kepung Bandung di Awal Libur Nataru, Ini Tempat yang Laris Manis Dikunjungi
"Kita sudah lebih dari 10 tahun melakukan hal serupa. Efisiensi diharapkan pada closingan akhir tahun ini bisa menutup minus-minusnya. kita bisa mengecilkan angka itu," tuturnya.
Yuno mengatakan, fakta di lapangan untuk pemesanan kamar pada 24 dan 25 Desember 2025 itu baru diangka 69 persen. Sedangkan pihaknya menetapkan target tidak muluk-muluk dengan Harga yang bagus.
"Selebihnya dikelola harganya, sampai bisa mencapai 100 persen. Karena target-target tadi adalah target Harga terbaik di angka 65 persen okupansinya," tuturnya.
Sedangkan untuk restoran kata Yuno, melihat kondisi sekarang faktor daya Tarik Kota Bogor yang memang baik itu menjadi kota tujuan maupun lintasan.
Baca Juga: Jelang Perayaan Natal 2025, Kondisi Lalin di Kota Bogor Terpantau Masih Normal
Ia menilai, Kota Bogor dari sisi industri makanan dan minuman sangat optimis di tahun ini bisa menggaet wisatawan secara meningkat. dibandingkan dengan tahun lalu tidak ada perbedaan jika dari sisi bisnis ini.
"Penetapan target pendapatan dari sektor hotel sudah terpenuhi. Sementara yang restoran belum terpenuhi, itu yang menjadi fokus kami sekarang," tegasnya.
Menurut Yuno, wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor masih sama didominasi oleh warga Jakarta, hamper 40 persen dari Jakarta.
"Meski pun kita lihat juga tradisi mudik yang dilakukan teman-teman customer yang memanfaatkan momen liburan Nataru dari luar Kota Bogor juga ada," jelasnya.
Baca Juga: Puncak Jadi Andalan, Bogor Diproyeksikan Diserbu 2,5 Juta Wisatawan Selama Libur Nataru
"Jika kita lihat angkanya sekarang bicara pemesanan kamar hotel untuk tanggal 31 itu masih diangka 51 persen, artinya memang customer belum melakukan pemesanan sejak jauh hari," ucapnya.
Yuno menyatakan, wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor terbagi ke dalam dua segmen. Yaitu libur Natal dan libur Tahun Baru. Dan pemesanan kamar untuk tahun baru dilakukan saat timing minggu ini pasca Natal.
Sebelumnya kata Yuno, PHRI menyampaikan harapannya kepada Wakil Wali Kota Bogor dan Ketua DPRD, setiap yang berkunjung lalu bertransaksi di Kota Bogor baik pembelian kamar maupun makanan restoran itu dilakukan di usaha yang terdaftar memiliki izin.
"Dan mempunyai NPWD, yaitu membayar pajak 10 persen terhadap pemerintah. Bukan dilakukan di kaki lima yang tidak mendaftarkan izin usahanya dan tidak berkontribusi pajak," tegas Yuno.
Begitu pun hotel, tidak dilakukan di kamar-kamar yang penjualannya melalui platform online. Tetapi sesungguhnya adalah rumah tinggal, apartemen yang tidak memiliki izin penjualan akomodasi jangka pendek dan bayar pajak.
"Bagaimana cara mengatasi PR itu, nanti kita akan duduk bareng. Bicara target keseluruhan kita harap saat ini kunjungan Kota Bogor maksimal," pungkasnya.
Comment