BOGOR, CEKLISSATU.COM - Polres Bogor menerapkan strategi unik untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata Puncak dengan memberdayakan eks joki menjadi sukarelawan pembantu lalu lintas (Supeltas).
Sebanyak 60 Supeltas disebar di sejumlah titik rawan kepadatan untuk membantu mengatur arus kendaraan wisatawan di jalur alternatif Puncak.
Supeltas itu juga sekaligus mengubah stigma joki dari pemicu masalah menjadi bagian dari solusi lalu lintas di Puncak Bogor.
Berdasarkan pantauan Ceklissatu.com, para Supeltas tampak aktif membantu wisatawan yang hendak menuju Puncak Bogor dengan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif.
Mereka dilengkapi atribut rompi hijau terang dengan identitas “SUPELTAS” di bagian punggung.
Sebanyak 60 Supeltas disebar di seluruh kawasan Puncak Bogor.
Baca Juga: Sambut Nataru 2025, Polres Bogor Kerahkan 65 Supeltas di Jalur Alternatif Puncak
Mereka mendapatkan upah sebesar Rp100 ribu per hari sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam membantu kelancaran lalu lintas dan kenyamanan wisatawan.
Sebelumnya, para Supeltas ini adalah joki yang kerap memanfaatkan kemacetan dengan menawarkan jasa pengalihan jalur alternatif dan sering mematok tarif mahal, yang kadang memicu keributan dengan wisatawan.
Kini, stigma tersebut diubah melalui pembinaan dan pengawasan kepolisian.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, langkah tersebut diambil untuk memastikan keberadaan Supeltas benar-benar membantu pengaturan lalu lintas, bukan memperparah kondisi jalan.
Menurutnya, Polres Bogor sengaja mengubah pola penanganan dengan menjadikan para joki sebagai bagian dari solusi kemacetan.
"Jadi kita ubah yang tadinya merupakan ancaman, joki-joki merupakan ancaman, kita ubah menjadi sebuah peluang dan kita berdayakan mereka sebagai sukarelawan pembantu lalu lintas," kata Wikha, Jumat (26/12/25).
Comment