BOGOR, CEKLISSATU - Adanya aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas pada unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Pakuan yang berlokasi di depan Pintu Gerbang DPRD Kota Bogor pada Kamis (28/8/2025) mengakibatkan insiden pemukulan oleh salah satu anggota Satpol PP Kota Bogor.
Menanggapi insiden tersebut, Plt Kasatpol PP Kota Bogor, Rahmat Hidayat, segera menggelar Konferensi pers di teras Balaikota Bogor guna memberikan keterangan lebih jelas terkait kejadian tersebut
Dalam keterangannya Rahmat Hidayat menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Menurut Rahmat tindakan yang dilakukan oleh salah satu anggotanya itu merupakan reaksi spontan, dimana saat itu salah seorang masa aksi terlebih dahulu melepaskan tendangan kepada salah satu anggotanya.
Baca Juga: Enam Bangunan Liar di Jalan Mayor Oking Citeureup Dibongkar Satpol PP Kabupaten Bogor
"Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden pemukulan yang dilakukan oleh salahsatu anggota kami dalam aksi unjuk rasa dari BEM Universitas Pakuan pada hari ini kamis 28 Agustus 2025," kata Rahmat.
Pasca insiden itu pihaknya langsung melakukan penyelidikan internal pemeriksa internal Provos atau dalam kesatuannya disebut PTI yang sudah memanggil bersangkutan yang bernama Muhammad Farhan Rinaldi dimana yang bersangkutan adalah PKWT (Perjanjian kerja waktu tertentu) atau non ASN di kami tugasnya sebetulnya sebagai peliput atau media sosial.
"Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya dan kami sudah memberikan sanksi kepada yang bersangkutan untuk di non aktifkan sementara selama tiga bulan," tegas Rahmat.
Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Tegaskan Tak Ada Senjata Api Dalam Pengamanan Aksi Buruh
Selain itu pihaknya telah mengutus tim guna mencari informasi tentang korban yang merupakan anggota BEM UNPAK untuk dilakukan mediasi
"Kedepannya kami akan lebih memperketat pengawasan kepada anggota yang bertugas dilapangan dalam pengamanan unjuk rasa terutama terkait manajemen emosi penanganan masa yang humanis dan pentingnya menjunjung hak asasi manusia dalam pelaksanaan tugas," tegas nya.
Ia juga akan memastikan bahwa insiden seperti itu tidak akan terjadi kembali di lapangan saat pelaksanaan pengamanan unjuk rasa maupun penertiban lainnya.
"Kami terus berharap masyarakat Kota Bogor pada umum nya untuk dapat mendukung kami dalam melaksanakan tugas-tugas menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat tentu dengan SOP yang sudah ada pada kami," Paparnya.
Rahmat menyayangkan vidio yang beredar di media sosial lebih ke pemukulan oleh anggotanya, sementara vidio tendangan pada anggota kami yang bernama Panji.
"Kami lihat dilapangan vidio tendangan yang dilakukan oleh masa aksi kepada petugas tidak beredar di media sosial makanya kami melakukan konferensi perss malam ini." tegas Rahmat.
Comment