Kepala DPUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra menjelaskan, tindakan awal penanganan bencana ini dengan memasang kawat bronjong sebagai langkah darurat yang akan dilakukan secara kolaboratif oleh tim Balai PSDA dan DPUPR Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Pemkab Bogor akan Siapkan Transportasi Berbasis Listrik Terintegrasi TransJakarta dan KRL Permudah Akses Warga

Serta memberikan bantuan material berupa 60 buah kawat bronjong dan 5 truk batu dari Balai PSDA, serta 20 buah kawat bronjong dan 2 truk batu dari DPUPR yang telah dikirim ke lokasi, pada Sabtu (05/07/2025). 

"Namun, tingginya debit air sungai membuat pemasangan kawat bronjong belum dapat dilakukan. Langkah sementara, tim memasang terpal sepanjang 10 meter untuk mengurangi aliran air keluar dari tanggul yang jebol," ungkapnya dalam keterangan resminya.

Lalu pada Minggu (06/07/2025) tim kembali ke lokasi, namun karena kondisi debit air masih tinggi dan deras, sehingga pemasangan bronjong masih belum memungkinkan. 

Tanggap Bencana Ciseeng 2.webp
CEPAT TANGGAP: Pemkab Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor bersama Balai PSDA serta masyarakat bergerak cepat menangani jebolnya tanggul Sungai Induk Sasak di Desa Babakan dan Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Tim kemudian melakukan pengangkutan material mendekati titik tanggul yang jebol bersama warga.

Baca Juga: Antisipasi Kendala Teknis SPMB 2025, Pemkab Bogor Instruksikan Perangkat Daerah Monitoring Satuan Pendidikan

"Senin hingga Selasa, 7–8 Juli 2025, tim Balai PSDA bergerak melakukan pemasangan kawat bronjong sepanjang 6 meter dan tinggi 5 meter sesuai ukuran tanggul yang jebol," jelasnya.