BOGOR, CEKLISSATU - Panitia Festival Merah Putih (FMP) menggelar kegiatan wisata perjuangan di Museum Pembela Tanah Air (PETA), yang terletak di Jalan Sudirman, Kota.Bogor. Kegiatan tersebut, melibatkan 1000 siswa-siswi sekolah Dasar se-Bogor, Kegiatan ini merupakan salahsatu rangkaian kegiatan dalam panitia FMP 2025 dalam memperingati HUT ke-80 RI
Ketua Festival Merah Putih 2025 Benyamin Mbooh mengatakan pada kegiatan ini pihaknya akan memfasilitasi 1000 anak SD untuk berkunjung ke museum dan Monumen peta yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kota Bogor.
"Kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari kedepan dimulai hari ini 19 sampai dengan 22 Agustus 2025. Setiap Hari itu ada 5 Sekolah yang akan kita fasilitasi totalnya ada 20 sekolah anak-anak akan belajar bagaimana sejarah perjuangan dari para pahlawan." jelas Benyamin
Pada kegiatan ini juga anak-anak akan di bantu oleh Tourget untuk menjelaskan setiap sejarah-sejarah yang ada agar mereka mengetahui dan memahami apa yang sedang mereka lihat.
Dengan adanya kegiatan itu diharapkan anak-anak bisa mendengarkan perjalanan sejarah perjuangan ini serta mereka juga dapat inspirasi bagaimana mereka belajar dari para pejuang ini.
"Kita berharap bahwa anak-anak ini bisa belajar, bisa mengenal para pejuang dan tidak melupakan sejarah sehingga ini bisa menginspirasi mereka kedepan." harap Bennyamin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi menambahkan dirinya merasa senang dengan adanya kegiatan yang menyasar para siswa-siswi SD.
Baca Juga: FMP dan PFI Gelar Workshop Citizen Jurnalisme yang Beretika
"Sangat senang sekali dengan adanya tour yang menyasar anak anak sekolah seperti ini, karena tidak banyak anak-anak yang belum faham belum mengerti tentang perjalanan sejarah bangsa Indonesia." Kata Herry Karnadi.
Pada kesempatan kegiatan itu Herry sempat bertanya kepada salah satu siswa dan ternyata masih ada yang belum banyak yang mengenal siapa itu Pak Harto siapa itu Pak Jenderal Ahmad Yani.
"Nah ini sebagai salah satu media untuk memperkenalkan bagaimana sejarah bangsa itu dibentuk dan berjalan sambil menikmati suasana kemerdekaan di sekarang ini yang tidak lepas dari sejarah, mereka harus tau itu bagaimana perjuangan bangsa sebelum mereka ada, seperti yang sekarang ini."ujarnya.
Untuk peserta yang ikut serta Herry menarget kan sampai 1000 orang, yang dibagi dalam. setiap hari diikuti 250 orang siswa-siswi.
Ia juga menekankan bahwa media belajar itu tidak hanya di kelas namun dapat dengan metode pembelajaran praktik dan bermain lebih cepat dapat dicerna dibanding dengan diberikan teori-teori.di kelas.
"Yang paling gampang itu salah satunya kaya gini, pelajaran sejarah datang ke museum pelajaran pertanian atau pelajaran lingkungan hidup datang ke tempat-tempat green House tempat pertanian, tempat membuang sampah, atau ke pinggir sungai." tuturnya.
"Tentang sopan santun, dia dapat praktik bagaimana menghormati guru, bagaimana menghormati orangtua, bagaimana menghormati teman-temannya, bagaimana menghormati yang lebih tua. Anak-anak SD lebih baik praktek akan lebih cepat masuk apabila dengan praktek." ucapnya
Comment