BOGOR, CEKLISSATU –MTsN 3 Bogor terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sekolah menengah pertama yang menjadi pilihan utama masyarakat. Tingginya minat pendaftar hingga mencapai sekitar 1.200 calon siswa menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan madrasah tersebut.
Kepala MTsN 3 Bogor, Hilman, mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan daerah lain yang umumnya menjadikan madrasah sebagai pilihan kedua. Di MTsN 3 Bogor, justru banyak calon siswa memilih madrasah lebih dulu sebelum mendaftar ke SMP.
"Kami sebenarnya PPDB lebih awal daripada SMP. Biasanya yang tidak diterima di sini baru mereka ke SMP. Di tempat lain mungkin sebaliknya, tapi di sini kami mencoba membalik kondisi itu karena kami memiliki kekhususan yang tidak dimiliki sekolah lain," ujar Hilman, Rabu (29/7/2026).
Keberhasilan MTsN 3 Bogor juga tercermin dari capaian lulusan. Tahun lalu, sekitar 83 persen siswa berhasil diterima di sekolah lanjutan negeri. Tahun ini, pihak sekolah menargetkan peningkatan capaian tersebut melalui strategi pemetaan potensi siswa sejak awal.
Baca Juga: Dechan Resmikan Sekolah Voli Patriot, PBVSI Kabupaten Bogor Perkuat Pembinaan Atlet Muda
Menurut Hilman, setiap siswa akan dipetakan berdasarkan kekuatan akademik maupun nonakademiknya. Siswa yang memiliki sertifikat prestasi akan diarahkan memaksimalkan jalur prestasi, sedangkan mereka yang belum memiliki prestasi akan didorong meningkatkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Anak-anak yang punya prestasi akademik maupun nonakademik tentu memiliki peluang melalui jalur prestasi. Sedangkan yang unggul di akademik akan kita dorong mengejar nilai TKA agar memiliki kesempatan yang sama," jelasnya.
Untuk mendukung strategi tersebut, MTsN 3 Bogor juga terus mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada prestasi individu. Tahun ini sekolah membuka ekstrakurikuler atletik serta terus mempertahankan program robotika yang telah mengukir prestasi hingga tingkat nasional.
Hilman mengungkapkan, tim robotika MTsN 3 Bogor bahkan pernah mengikuti kegiatan di Institut Teknologi Del, Sumatera Utara, yang dinilainya menjadi pencapaian membanggakan karena berlangsung dalam kompetisi berskala nasional.
Selain fokus pada prestasi akademik, sekolah juga memberikan perhatian serius terhadap pembentukan karakter siswa. Salah satunya melalui upaya pencegahan bullying dengan membangun pemahaman yang sama antara sekolah dan orang tua mengenai definisi serta bentuk perundungan.
Baca Juga: 109 SD di Kabupaten Bogor Dimerger Jadi 53 Sekolah, Disdik: Demi Pendidikan Lebih Baik
"Kita harus benar-benar peduli terhadap persoalan bullying. Kadang ada perbedaan persepsi, sehingga perlu ada kesepahaman antara sekolah dan orang tua mengenai apa yang dimaksud bullying," katanya.
Di sisi lain, Hilman menilai jumlah siswa ideal dalam satu kelas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pembelajaran. Saat banyak sekolah negeri menambah jumlah siswa hingga 40 orang per kelas, MTsN 3 Bogor tetap mempertahankan jumlah sekitar 32 hingga 34 siswa per rombongan belajar.
Menurutnya, jumlah siswa yang lebih sedikit membuat guru dan wali kelas lebih mudah memantau perkembangan setiap peserta didik.
"Kita sebenarnya ingin menambah daya tampung karena peminat sangat banyak. Tetapi ruang kelas belum mencukupi. Yang terpenting bagi kami adalah kualitas pembelajaran tetap terjaga," tutupnya.
Comment