BOGOR, CEKLISSATU - Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, menyimpan potensi wilayah yang strategis sebagai pusat pemukiman dan perdagangan jasa. Dengan luas wilayah mencapai 160,7 hektare, kelurahan ini tercatat memiliki kepadatan penduduk tertinggi di tingkat kecamatan, yakni sebesar 18,51%.


Namun, di balik angka statistik yang memukau, Tegallega menghadapi tantangan serius mulai dari masalah perizinan properti hingga minimnya kolaborasi dari institusi pendidikan dan sektor usaha besar di wilayahnya.


​Dalam kegiatan media gathering yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Tegallega pada Rabu (29/4/2026), Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, memaparkan secara blak-blakan dinamika wilayah yang ia pimpin.


Fokus pembangunan saat ini diarahkan pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pembangunan berwawasan lingkungan, serta penguatan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana).

Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Universitas Budi Luhur Tegaskan Zero Tolerance Pelaku Dinonaktifkan


​Meski menjadi rumah bagi dua institusi pendidikan ternama, yakni IPB University dan Universitas Pakuan (UNPAK), Hardi menyayangkan kurangnya jalinan komunikasi dan kontribusi nyata dari kedua kampus tersebut terhadap warga maupun pemerintah kelurahan.


Selama ini, keberadaan kampus besar tersebut dinilai belum memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan sekitar.


​Salah satu keluhan konkret datang dari warga di RW 004, yang melaporkan adanya aktivitas pembakaran sampah oleh pihak Fakultas Teknik UNPAK.