Yusril menekankan pentingnya transformasi pola pikir generasi muda terhadap dunia kerja.

“Hari ini, kita tidak bisa lagi semata-mata bergantung pada lapangan kerja formal. Justru, pemuda harus mulai menciptakan lapangan kerja sendiri, dari hal kecil, dari lingkungan terdekat,” ucapnya dengan nada optimistis.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang bertemu bagi para pemuda lintas desa untuk berjejaring, berbagi ide, serta merancang kolaborasi usaha berbasis potensi lokal.

“Kami ingin pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya pemuda-pemuda Ciawi yang kreatif dan mandiri secara ekonomi. Semoga ini menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar acara seremonial,” harap Yusril.