Secara musikal, “Kalam Menikam” mempertahankan ciri khas keras Kraken dengan pendekatan yang dinilai lebih matang dan terarah. Lagu ini tidak sekadar menjadi luapan emosi, tetapi juga pernyataan sikap atas realitas sosial dan pergulatan batin yang kerap dihadapi banyak orang.

“Kami ingin lagu ini menjadi pengingat bahwa diremehkan atau dijatuhkan bukanlah akhir. Justru itu bisa menjadi bahan bakar untuk tumbuh lebih kuat,” ujar Hilman.

Single ini ditujukan bagi pendengar yang pernah merasa tertekan, dipandang sebelah mata, atau dibatasi oleh keadaan. Melalui “Kalam Menikam”, Kraken menyampaikan pesan bahwa kekuatan mental dapat dibangun dari pengalaman paling pahit sekalipun.

Baca Juga: Grup Band IGP Luncurkan Album Rohani Bertajuk “Nada Syukurku”

“Kalam Menikam” sekaligus menjadi pembuka menuju album Kaliyuga yang dijadwalkan rilis pada Maret 2026. Album tersebut akan memuat refleksi tentang konflik batin, perlawanan, serta potret realitas sosial di era yang penuh ketidakpastian.

Kraken sendiri terbentuk pada 6 Juni 2016 di Bogor dengan formasi Borie (vokal), Arie dan Firdi (gitar), Hilman (bass), serta Fahmi (drum). Album debut mereka, Circle of Life (2019), menandai kiprah awal Kraken di skena musik ekstrem Indonesia, sekaligus memperkuat identitas mereka sebagai band dengan semangat solidaritas, energi, dan konsistensi.