BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat menilai bahwa operasional TPPAS Lulut Nambo menunjukkan adanya progres positif dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, meskipun kapasitas pengolahan sampah saat ini masih belum optimal.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Prasetyawati saat melaksanakan kunjungan lapangan ke TPPAS Lulut Nambo, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, progres tersebut terlihat dari peningkatan pengolahan atau daya tampung sampah di TPPAS Lulut Nambo mencapai sekitar 50 ton sampah per hari, meskipun secara jumlah masih jauh dari target pengelolaan sampah regional.

Baca Juga: TPPAS Lulut Nambo Bogor Tak Kunjung Beroperasi Selama 10 Tahun, Menteri LH Soroti Lambannya Penanganan

“Sudah ada kemajuan dibandingkan sebelumnya, namun kapasitasnya masih belum maksimal. Saat ini baru sekitar 50 ton per hari dan masih perlu banyak penyempurnaan,” kata Prasetyawati, Senin (9/2/2026).

Saat ini, lanjutnya, kendala pengelolaan sampah di TPPAS Lulut Nambo Kabupaten Bogor tersebut masih terkendala pada proses pengeringan sampah yang masih dilakukan secara terbatas.

Hal itu berdampak pada rendahnya kapasitas produksi Refuse Derived Fuel (RDF). Padahal, TPPAS Lulut Nambo melayani sampah dari beberapa daerah, tidak hanya wilayah Bogor Raya, tetapi juga daerah lain di Jawa Barat.

Baca Juga: Jaro Ade: Atasi Sampah di Kabupaten Bogor, Kapasitas TPPAS Lulut Nambo Harus Ditingkatkan

“Jika pengeringan sampah dapat ditunjang dengan mesin yang memadai, kapasitas pengolahan bisa meningkat signifikan, bahkan hingga 200 ton per hari,” katanya.

Komisi IV DPRD Jawa Barat mendorong agar dilakukan peningkatan fasilitas dan penambahan peralatan pendukung, khususnya mesin pengering sampah, yang diperkirakan membutuhkan dukungan anggaran sekitar Rp20 miliar.

Upaya itu dinilai penting mengingat kondisi darurat sampah yang dihadapi Kabupaten Bogor dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga: Kementerian Lingkungan Hidup Dorong Optimalisasi Produksi RDF di TPPAS Lulut Nambo 

“Kami akan mendorong agar pada APBD berikutnya dapat dialokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan penambahan alat, sehingga TPPAS Lulut Nambo dapat beroperasi lebih optimal,” tegasnya.

Melalui kunjungan ini, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap TPPAS Lulut Nambo dapat menjadi solusi strategis dalam penanganan sampah regional yang berkelanjutan serta berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.