BOGOR, CEKLISSATU - Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan program inovasi berbasis digital bertajuk Sahabat Bosel (Smart, Adaptif, Harmonis, Aman, Berdaya, Amanah, Tangguh).

Program Sahabat Bosel hadir sebagai platform integratif yang dirancang untuk mengoptimalkan pelayanan publik, khususnya layanan nonadministrasi, seperti penanganan pengaduan masyarakat, mitigasi bencana, hingga edukasi kebersihan lingkungan.

Peluncuran inovasi tersebut merupakan hasil evaluasi dan kajian selama kurang lebih enam bulan masa kepemimpinan Camat Bogor Selatan di wilayah seluas sekitar 3.000 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 225 ribu jiwa.

Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi, mengatakan bahwa lahirnya inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), 16 lurah, jajaran struktural kecamatan, TP PKK, hingga para tokoh masyarakat.

Baca Juga: Peringati HAN 2026, Fahira Idris Sampaikan Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

"Sahabat Bosel ini bukan sekadar singkatan, melainkan filosofi bagaimana kami bersama Forkopimcam hadir memberikan pelayanan terbaik sebagai 'sahabat' bagi masyarakat tanpa mengurangi esensi aturan yang berlaku. Ini adalah aksi perubahan kita bersama, sebuah hadiah terindah untuk warga Bogor Selatan," ujar Harry Cahyadi di hadapan insan pers dan jajaran aparatur wilayah, Kamis (23/7/2026). 

Harry menjelaskan, pada tahap awal platform digital Sahabat Bosel akan difokuskan pada tiga isu strategis di wilayah Bogor Selatan melalui penyediaan hotline pengaduan terpadu. 

Ketiga fokus tersebut meliputi respons cepat terhadap kebencanaan, penanganan ketertiban umum seperti pencegahan tawuran remaja, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna mendukung program strategis nasional pengolahan sampah menjadi energi atau Refuse Derived Fuel (RDF).

"Kondisi kontur tanah di Bogor Selatan sangat rawan bencana. Dalam enam bulan terakhir saja tercatat sekitar 45 kejadian bencana. Selain itu, terkait kebersihan, kami di 16 kelurahan siap menyuplai dan memilah bahan baku sampah guna mendukung target Kota Bogor bebas sampah sekaligus menyokong kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah menjadi energi," jelasnya.

Selain meluncurkan inovasi pelayanan publik, Harry juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan di wilayahnya. Dalam bidang pendidikan, Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan bekerja sama dengan 12 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengembalikan sekitar 350 anak putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan.


Upaya tersebut akan diperkuat melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang mampu menampung hingga 1.000 siswa serta pembangunan SMA Negeri 12 di wilayah Bogor Selatan.


Di sektor infrastruktur, Harry menyebutkan bahwa berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor, sekitar 40 persen anggaran dinas terkait akan difokuskan untuk pembangunan di wilayah Bogor Selatan. Anggaran tersebut di antaranya digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan pembebasan lahan proyek Bogor Inner Ring Road (BIRR).

Baca Juga: Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION untuk Monitoring Berbasis AI


Mengakhiri keterangannya, Harry mengajak media massa untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah, baik melalui fungsi kontrol sosial maupun sebagai penyebar informasi yang edukatif dan konstruktif.


Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, akademisi, media massa, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga mampu mewujudkan Bogor Selatan yang semakin maju, aman, dan sejahtera.