“Patroli akan terus kami tingkatkan, dan kami akan rutin menyambangi titik-titik rawan," tambahnya.
Masalah demi masalah dicatat, tidak ada yang diabaikan. Mulai dari gangguan ketertiban, pencurian, hingga kekhawatiran soal perekrutan tenaga kerja ilegal yang bisa menjurus pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Semua dibahas terbuka, tanpa jarak.
Terpisah, Plt. Kasi Humas Polres Bogor, IPDA Yulista Mega Stefani menambahkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah kejahatan.
"Jika menemukan hal mencurigakan atau potensi kriminalitas, segera lapor ke Call Center Polri di (021) 110. Kami siap 24 jam,” ujarnya.
Hari itu, Jumat, bukan sekadar hari penghujung pekan. Di Dramaga, Jumat menjadi hari mendengar, hari memahami, hari merajut kembali kepercayaan antara rakyat dan penegak hukum.
Baca Juga: Praktik Pengoplosan LPG Subsidi Terbongkar, Polsek Dramaga Tangkap Pelaku dan Amankan Barang Bukti
Mungkin bagi sebagian orang, Jumat Curhat hanyalah program. Tapi bagi tukang ojek kampus IPB, pagi itu adalah hari ketika suara mereka benar-benar didengar.
Comment