BOGOR, CEKLISSATU.COM - Bupati Bogor, Rudy Susmanto membeberkan perkembangan terbaru rencana pembangunan jalur khusus tambang sebagai solusi mengatasi dampak aktivitas tambang di jalan umum. 

Hal itu dikatakan Rudy Susmanto saat menemui warga  yang berunjuk rasa terkait penutupan tambang, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Senin (4/5/2026).

Rudy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah tambang di wilayah barat.

Baca Juga: 21 Tahun Beroperasi Diam-Diam, Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal Pongkor di Bogor, Raup Rp9 M Tiap Bulan 

"Kami juga sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan kami menghargai tahapan evaluasi yang sedang dilakukan," ujar Rudy.

Rudy berharap, hasil evaluasi tersebut dapat segera diumumkan, khususnya bagi aktivitas tambang yang telah memiliki izin resmi. 

Ia pun menegaskan semua sepakat bahwa lingkungan menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama.

Baca Juga: Dorong Verifikasi Ulang IUP Tambang di Kabupaten Bogor, KPK Ingatkan Risiko Kerusakan dan Peluang Korupsi

Selain itu, Rudy juga menyoroti masyarakat terdampak yang hingga kini masih menunggu realisasi kompensasi bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Masyarakat yang terdampak masih menunggu kepastian terkait kompensasi bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama DPRD telah menyiapkan solusi berupa pembangunan jalur  khusus tambang

Baca Juga: Pembangunan Jalur Tambang, Sekda Ajat: Pemda Kejar Tahapan Awal, Pengusaha Ambil Peran Hibahkan Lahan

Saat ini, prosesnya telah memasuki tahap penetapan lokasi yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Pembangunan jalan khusus tambang saat ini sudah masuk tahap penetapan lokasi. Target kami, tahun 2026 pembebasan lahan bisa selesai 100 persen, sehingga pembangunan dapat segera dilaksanakan," ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi solusi agar aktivitas tambang tidak lagi mengganggu pengguna jalan umum.

Baca Juga: Soal Kemunculan Asap di Area Tambang di Nanggung Bogor, Ini Penjelasan Antam

"Ini adalah salah satu jalan tengah yang kami ambil bersama DPRD, agar saat tambang kembali beroperasi tidak mengganggu pengguna jalan lain," tambahnya.

Rudy juga menilai respons Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejauh ini cukup positif, termasuk melalui berbagai kajian yang melibatkan perguruan tinggi.

"Kami melihat respons Pemprov cukup positif. Mereka sudah melakukan kajian dengan beberapa universitas, dan kami berharap dalam waktu dekat akan ada keputusan," ujarnya.

Baca Juga: 21 Tahun Beroperasi Diam-Diam, Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal Pongkor di Bogor, Raup Rp9 M Tiap Bulan 

Ia menegaskan, keberadaan tambang tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, terutama di tengah tantangan kenaikan harga bahan bakar minyak dan potensi kelangkaan material.

"Percepatan pembangunan membutuhkan ketersediaan material. Kalau terjadi kelangkaan, tentu ini menjadi tantangan bagi kita semua," pungkasnya.