KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor gerak cepat lakukan penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras mengguyur kawasan Kabupaten Bogor, Sabtu malam (05/07/2025). 

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Reaksi Cepat (TRC), Tim Mata Garuda telah dikerahkan ke seluruh titik terdampak untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan penanganan darurat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Pemkab Bogor memprioritaskan keselamatan warga, serta memastikan kebutuhan dasar korban terdampak bencana segera terpenuhi. 

"Kami pastikan semua unsur pemerintah hadir di lapangan. Penanganan cepat, evakuasi warga, dan pemulihan pasca bencana menjadi fokus utama," ucap Rudy Susmanto

Baca Juga: Bupati Bogor Gerak Cepat Evakuasi hingga Penuhi Logistik Bagi Masyarakat Terdampak Banjir dan Longsor

Berikut ini data sementara titik-titik terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bogor. Yaitu wilayah Kecamatan Megamendung: Desa Cipayung, Desa Cipayung Girang dan Desa Gadog mengalami Banjir. 

Kemudian Desa Sukamahi dan Desa Megamendung mengalami Longsor yang menyebabkan satu korban jiwa seorang santri berusia 22 tahun, yang sempat dilaporkan hilang, saat ini telah berhasil dievakuasi.

Wilayah Kecamatan Cisarua: Desa Kopo mengalami Longsor yang menyebabkan kerusakan pada tiga akses jalan dan satu unit rumah warga. 

Bencana longsor juga terjadi di Desa Tugu Utara dan Desa Tugu Selatan, luapan air dari kawasan Rest Area Gunung Mas merendam permukiman warga dan mengakibatkan dua unit rumah rusak berat. 

Baca Juga: Terkait Banjir Bandang Megamendung, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pastikan Penanganan Tepat Sasaran  

Sementara Desa Ciburial menyebabkan dua korban jiwa, saat ini telah ditemukan dan telah dievakuasi.

Bencana juga melanda wilayah Kecamatan Babakan Madang, yakni Desa Bojongkoneng banjir. Menyebabkan sejumlah pecinta alam dilaporkan tidak bisa turun dari jalur pendakian dan masih dan saat ini sudah berhasil dievakuasi.

Pemkab Bogor melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, serta relawan dan aparat wilayah terus berupaya dengan maksimal melakukan evakuasi dan penanganan bencana

“Penanganan darurat harus cepat. Kita pastikan keselamatan warga menjadi prioritas, termasuk penanganan logistik, pengungsian, dan pemulihan pasca-bencana,” tegas Rudy Susmanto

Baca Juga: Antisipasi Kendala Teknis SPMB 2025, Pemkab Bogor Instruksikan Perangkat Daerah Monitoring Satuan Pendidikan

Pemkab Bogor juga tengah melakukan koordinasi intensif untuk mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta memberikan layanan medis bagi warga terdampak.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir. Segera hubungi layanan darurat 112 apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana,” tambah Bupati Bogor.

Untuk diketahui, data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Bogor, dampak bencana yang terjadi pada Sabtu (05/07/2025) total sekeluruhan melanda 18 Kecamatan, 33 Desa/kelurahan terbanyak bencana longsor yakni di 21 titik dan 7 titik bencana banjir.

Rudy Susmanto juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada jajaran tim yang terdiri dari jajaran Pemkab Bogor, TNI, Polri dan tokoh masyarakat yang telah bahu-membahu penanganan bencana ini dengan baik. 

Baca Juga: Tinjau Sungai Cileungsi dan Cikeas, Wabup Bogor Jaro Ade Sebut Komitmen Normalisasi Jadi Prioritas

"Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah bahu- membahu melakukan penanganan bencana ini dengan baik,"ungkapnya.

Pemkab Bogor juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong-royong dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, demi keselamatan dan ketahanan wilayah Kabupaten Bogor