BOGOR, CEKLISSATU -  Suasana duka menyelimuti keluarga Muhammad Aldebaran Mustafa (9), bocah asal Kampung Tipak, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang meninggal dunia usai diduga diserang kawanan anjing pemburu babi hutan di wilayah Kecamatan Jasinga.

Peristiwa tragis itu terjadi saat korban tengah memancing bersama seorang temannya di saluran irigasi persawahan, Minggu pagi. Ayah korban, Solehudin, mengaku pertama kali mengetahui kabar nahas tersebut dari warga kampung sekitar.

“Saya juga tidak tahu persis kejadiannya. Saya dapat kabar dari warga kalau anak saya sudah meninggal,” ujar Solehudin dengan wajah penuh kesedihan.

Menurutnya, saat kejadian sang anak sedang memancing di irigasi sawah bersama satu rekannya. Korban diketahui masih duduk di bangku sekolah dasar dan akan naik ke kelas lima.

Baca Juga: Polri Berduka, Satwa Anjing K9 "Reno" Gugur Saat Tugas Kemanusiaan di Agam Sumbar

Solehudin mengungkapkan, luka yang dialami putranya cukup parah, terutama di bagian kepala.

“Lukanya serius. Kulit kepalanya sampai terkelupas,” katanya.

Meski terpukul, pihak keluarga menyerahkan proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum. Namun, tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Kemungkinan bisa saya tuntut, tapi kita lihat proses hukumnya saja,” ucapnya.

Kapolsek Jasinga, AKP Agus Hidayat, mengatakan kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke Polres Bogor untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga telah mengamankan pemilik anjing yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

“Pemilik anjing mengakui bahwa anjing itu miliknya. Untuk sementara sudah kami amankan dan saat ini kasus masih dalam penyelidikan,” kata Agus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, anjing-anjing tersebut biasa digunakan untuk berburu babi hutan di kawasan sekitar. Saat kejadian, para pemburu diduga melepaskan anjing tanpa memastikan kondisi lokasi.

“Di tempat itu memang sering dilakukan perburuan babi liar. Mereka tidak mengecek langsung ke medan, padahal ada anak yang sedang memancing di sana,” jelasnya.

Baca Juga: Pergub Baru Berlaku, Penjual dan Konsumen Daging Anjing hingga Kucing di Jakarta Terancam Sanksi

Polisi menyebut ada empat ekor anjing yang menyerang korban. Namun, seluruh anjing tersebut kini telah mati saat proses evakuasi.

AKP Agus juga menegaskan, untuk sementara aktivitas perburuan babi hutan di kawasan tersebut diminta dihentikan atas permintaan warga.

“Karena permintaan masyarakat juga, sementara kegiatan perburuan jangan dilakukan dulu,” tegasnya.

Selain itu, pihak kepolisian mengaku telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak sembarangan melepaskan hewan peliharaan di area hutan maupun perkebunan yang kerap digunakan warga untuk beraktivitas.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius warga sekitar sekaligus pengingat akan pentingnya pengawasan dalam aktivitas berburu agar tidak membahayakan masyarakat, terutama anak-anak.