BOGOR, CEKLISSATU.COM - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, menegaskan bahwa arus lalu lintas selama masa libur perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) secara umum masih terkendali. Hingga Minggu, 4 Januari 2026, pergerakan kendaraan baik arus mudik maupun arus balik telah mendekati puncaknya.


“Jadi mungkin saya jelaskan traffic-nya dulu. Sampai dengan tadi (Minggu, 4/1/2026) jam 14.00 WIB, traffic untuk bepergian sudah mencapai 98 persen. Artinya ini sudah hampir semua. Dari perkiraan 2,9 juta kendaraan, saat ini sudah sekitar 2.850.000 yang melakukan perjalanan,” ujar Rivan kepada wartawan saat turut mengikuti peninjauan Pos Polisi Hoegeng Gadog Bogor, padaMinggu, (4/1/2026) 

Baca Juga: Kakorlantas Polri Apresiasi Peran Supeltas di Pengamanan Arus Lalu Lintas Nataru


Ia menjelaskan, dari total kendaraan yang berangkat tersebut, sebagian besar sudah mulai kembali. Dari 98 persen kendaraan yang pergi, sekitar 94 persen telah melakukan arus balik.


“Yang kembali ini sudah cukup signifikan. Jadi tinggal sekitar 6 persen yang belum kembali. Dominasi arus balik memang masih dari Trans Jawa, tetapi tidak sebesar dua hari terakhir,” jelasnya.


Menurut Rivan, pada dua hari sebelumnya Jasa Marga memperkirakan sekitar 140 ribu kendaraan masuk, namun realisasinya mencapai 160 ribu kendaraan. Sementara untuk hari ini, (Minggu,4/1/2026) hingga pukul 00.00 WIB diperkirakan sekitar 190 ribu kendaraan, namun tren menunjukkan angka tersebut bisa turun menjadi sekitar 150 ribu kendaraan.


Dari hasil pemantauan melalui CCTV dan radar lalu lintas, kondisi arus kendaraan dari arah Trans Jawa masih relatif lancar dan landai.


“Secara umum masih baik. Hanya nanti kita antisipasi jika terjadi hujan, terutama di titik pertemuan kilometer 66 antara ruas Cipularang dan Cikatama. Kalau hujan, kita akan melihat apakah perlu dipersiapkan contraflow atau tidak,” katanya.


Ia menambahkan, rasio volume per kapasitas (V/C ratio) di titik krusial seperti Cikatama dan Cipularang masih berada di angka 0,7.


“Artinya masih aman. Beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas juga jauh lebih baik dan terkendali,” tuturnya.


Rivan menyebutkan bahwa pelaksanaan pengamanan dan pengelolaan lalu lintas selama Nataru ini menjadi bahan evaluasi penting untuk persiapan arus mudik dan balik Lebaran mendatang.

Baca Juga: Dipenghujung Liburan Nataru, Sebanyak 2,9 Juta Kendaraan telah kembali ke Jakarta


“Kami bersama Pak Kakorlantas dan Pak Menteri Perhubungan akan segera melakukan evaluasi setelah penutupan besok. Mudah-mudahan masukan dari kami bisa menjadi pertimbangan agar Operasi Ketupat atau Lebaran nanti jauh lebih baik,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas instansi yang dinilai sangat solid selama periode Nataru.


“Koordinasinya sangat baik. Pak Menteri Perhubungan selalu ada di lapangan bersama kami, saya dengan Kakorlantas, dan juga Bu Dewi dari Jasa Raharja. Mulai dari perencanaan, sistem keselamatan, hingga penanganan pascakecelakaan disiapkan dengan baik,” kata Rivan.


Menurutnya, kolaborasi tersebut berdampak positif terhadap penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama libur Nataru.


“Angka fatalitas turun signifikan. Ini yang tadi juga disampaikan oleh Pak Kakorlantas,” ujarnya.


Rivan pun mengimbau masyarakat yang masih melakukan perjalanan arus balik untuk terus memantau kondisi jalan.


“Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Travoy untuk melihat CCTV dan kepadatan lalu lintas, atau menghubungi call center kami di 14080. Pelayanan ini terbuka untuk semua, agar pengguna jalan tol Jasa Marga Group bisa selamat sampai tujuan,” terangnya.


Menanggapi pertanyaan wartawan terkait efektivitas fasilitas selama Nataru, Rivan memastikan seluruh sarana yang disiapkan berjalan optimal.

Baca Juga: Nyalip di Jalur Puncak Bogor, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia, Begini Dugaan Sebabnya


“Ya, sangat efektif. Tahun ini kolaborasinya lengkap. Penataan ruas sangat bagus, komunikasi terkait rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) juga berjalan baik, mulai dari kepadatan, pemakaian, hingga alur kendaraan,” jelasnya.


Ia mengakui kepadatan tertinggi terjadi di Rest Area 66B, namun hal tersebut bukan semata karena rest area, melainkan juga karena pertemuan dua ruas tol besar.


“Secara keseluruhan, baik rest area, ketersediaan BBM, hingga penanganan operasional oleh Korlantas dan Dishub di seluruh Indonesia berjalan sangat baik,” tutupnya.