JAKARTA, CEKLISSATU  – Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Agustina Hermanto atau yang akrab disapa Tina Toon, menyampaikan keprihatinannya terhadap masih tingginya kasus stunting di ibu kota.

Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Tina Toon mendorong Dinas Kesehatan untuk segera mengevaluasi program penanganan gizi buruk, khususnya dalam Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.

Menurutnya, kajian ulang perlu dilakukan agar jenis makanan tambahan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan gizi anak, aman dikonsumsi, serta memiliki kualitas yang layak.

Baca Juga: Cegah Stunting Sejak Dini, Desa Kalong Liud Bogor Sosialisasi hingga PMT Rutin, Libatkan PKK dan Posyandu

Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak anak masih dalam kandungan.

“Evaluasi jenis pangan tambahan, kebutuhan kalori, dan biaya per orang dengan besaran jumlah dan nominal berdasarkan pertimbangan yang patut dari Dinas Kesehatan,” kata Tina Toon dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Politisi PDI Perjuangan itu yakin, kaji ulang program tersebut akan menurunkan angka stunting.

Baca Juga: Posyandu Tulip RW04 Diresmikan, Langkah Strategis Cibinong Perkuat Layanan Kesehatan Menuju Zero Stunting

Satu di antaranya, memperhatikan makanan dan pemenuhan gizi yang dikonsumsi ibu hamil.

Lalu melakukan pemeriksaan rutin, konsumsi vitamin prenatal, olahraga, dan penerapan hidup sehat.

Termasuk pula menghindari paparan asap rokok. Sehingga mencegah ibu hamil melahirkan anak stunting.

Baca Juga: Terbebas dari Stunting, Desa Sukamanah Kini Serius Tangani TBC

Tak sampai di situ. Setelah anak lahir, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sangat diperlukan.

ASI dan MPASI sebagai asupan gizi 1.000 hari pertama kehidupan anak harus selalu diperhatikan.

Dengan begitu, program pencegahan dan penanganan stunting sebagai prioritas dapat terlaksana optimal dan tepat sasaran.