BOGOR, CEKLISSATU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor tembus di angka 563 sejak bulan Januari hingga Mei 2022. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, pada Januari 2022 terdapat 129 kasus, namun sempat mengalami penurunan di bulan Februari 2022 sebanyak 75 kasus baik yang ditangani di Rumah Sakit (RS) maupun Puskesmas.

"Per tanggal 15 Mei 2022 ada 52 kasus. Namun, kasus tertinggi di bulan Maret sebanyak 155 kasus dan April 152 kasus dengan kasus terbanyak di Puskesmas Bondongan yakni 24 pasien. Kalau kasus terkecil di Puskesmas Gang Aut dan Puskesmas Tanah Sareal karena nol kasus," ucap Sekretaris Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena kepada CeklisSatu.com pada Rabu, 18 Mei 2022.

Adapun jumlah pasien DBD di masing-masing puskesmas diantaranya Puskesmas Bogor Timur 19 orang, Puskesmas Mulya Harja 13 orang, Puskesmas Cipaku 12 orang, dan Puskesmas Bogor Utara 10 pasien.

Kemudian, Puskesmas Pondok Rumput 8 orang, Puskesmas Kedung Badak 7 orang, Puskesmas Gang Kelor 6 orang, Puskesmas Mekarwangi 5 orang serta Puskesmas Tegal Gundil, Sempur, Belong, dan Pasir Mulya masing-masing 4 orang.

"Selanjutnya, Puskesmas Merdeka dan Sindang Barang masing-masing 3 orang. Untuk di Puskesmas Warung Jambu dan Semplak masing-masing 2 orang, Puskesmas Kayu Manis, Bogor Tengah, Lawang Gintung, dan Pulo Armyn masing-masing 1 orang," ungkapnya.

Erna mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kota Bogor supaya menjaga kebersihan lingkungan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Jika ditemukan bergejala DBD segera ke Faskes terdekat.

Sementara itu, Kabid Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dr. Andy Aprianto mengungkapkan, pasien DBD di RSUD Kota Bogor dari bulan Januari hingga Mei 2022 terdapat 328 pasien dengan rata-rata usia 10 sampai 18 tahun.

"Pasien DBD di RSUD pada Januari mencapai 139 pasien, Februari 61 pasien, Maret 42 pasien, April 56 pasien dan Mei 30 pasien. Sedangkan jumlah yang meninggal 1 orang di bulan Februari 2022," ujarnya.

Menurut dr. Andy, pasien DBD di RSUD kebanyakan 60 persen warga Kota Bogor dan 40 persen dari luar Kota Bogor. "Mereka terkena DBD ada yang ringan dan berat. Faktor utamanya dari lingkungan yang banyak genangan air, apalagi sedang musim hujan," katanya.

dr. Andy menambahkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Bogor untuk senantiasa melaksanakan 3M Plus yakni segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk dan menanam tanaman pengusir nyamuk.