BOGOR, CEKLISSATU - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al Maghfiroh kembali menggelar santunan kepada anak yatim dan dhuafa sebanyak 410 orang, berlangsung di masjid Jami Al Maghfiroh, Perumahan Unitex, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur pada Minggu, 28 Agustus 2022.

Turut hadir Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin, para pengurus MUI, Baznas, pengurus NU dan tokoh keagamaan lainnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengapresiasi DKM Masjid Jami Al Maghfiroh yang sering kali menggelar berbagai kegiatan keagamaan dan peduli antar sesama warga. 

"Sebagai warga yang bertugas di DPRD saya bersyukur dapat hadir ditengah-tengah masyarakat yang peduli satu sama lainnya, peduli terhadap aktifitas keagamaan, budaya, kepemudaan, pertanian dan sebagainya," ucapnya kepada CeklisSatu.com.

Menurut Kang JM sapaan karibnya, masyarakat di perumahan Unitex ini sangat kompleks kegiatannya dan saling mendukung satu sama lain. Santunan yatim dan dhuafa ini, lanjut JM, patut disyukuri, apalagi yang mendapatkan manfaat tidak hanya warga unitex, ada juga dari warga Bogor Selatan, Bogor Tengah, Bogor Timur dan sekitarnya.

"Patut kita contoh dan syukuri selama kita mampu, semoga kita bisa terus berbagi terhadap orang-orang yang memang perlu kita bantu, memerlukan kebahagian dan sentuhan dari kita semua," jelasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turut mengapresiasi juga DKM Masjid Jami Al Maghfiroh. Dedie mengatakan, DKM Masjid Jami Al Maghfiroh selama ini selalu peduli kepada masyarakat kaum dhuafa, yatim piatu dan masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan.

"Sangat kreatif caranya dengan melakukan berbagai kegiatan sosial, kemudian menghimpun dana dari masyarakat yang disalurkan kembali untuk masyarakat yang sudah seharusnya dibantu, dan mungkin pemerintah belum bisa tangani semuanya," singkatnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Jami Al Maghfiroh, Ustad Kinarto menuturkan, santunan yang dibetikan kepada anak yatim dan dhuafa berasal dari bantuan masyarakat dan donatur berupa uang dan bingkisan.

"Anak yatim ada 170 orang, anak-anak ahli masjid 60 orang, dan kaum dhuafa 180 orang. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang menerima dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memberikan santunan ini. Semoga kedepan santunan dapat terus berlanjut lebih banyak lagi," katanya.