JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan 45 perahu kreatif dari sampah botol air mineral untuk memeriahkan Festival Sungai Ciliwung 2025, di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2025).

Festival Ciliwung 205 itu juga menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah sekaligus upaya mengembangkan potensi wisata air di ibu kota. 

Festival Sungai Ciliwung itu juga menjadi rangkaian untuk memperingati Hari Sungai Sedunia.

Baca Juga: DLH Kabupaten Bogor Akan Sediakan Bank Sampah Mulai dari Kantor Pemerintah hingga Tingkat RT

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Affan Andriansyah Idris, mengapresiasi inisiasi Dinas Lingkungan Hidup yang menggelar Festival Sungai Ciliwung. 

Menurutnya, sungai di Jakarta memiliki peran sosial dan budaya yang erat dengan masyarakat.

Affan mengatakan, saking lekatnya kehidupan masyarakat Betawi dengan sungai,  dulu ada tradisi Ngobak, yaitu mandi atau berendam bersama-sama di kali besar, salah satunya adalah Kali Ciliwung.

Baca Juga: Arung Jeram Festival Ciliwung 2025, Saat Adrenalin dan Cinta Sungai Bersatu

"Sungai itu cikal bakal  perkembangan Jakarta. Karena secara geografis Jakarta dilintasi 13 sungai dan kali," katanya.

Diakui Affan, saat ini belum semua sungai di Jakarta dalam kondisi ideal. Karena itu, Gubernur Pramono Anung bersama Wakil Gubenur Rano Karno, saat ini sangat konsern melakukan penataan kali serta sungai.

Selain persoalan trase, Affan menyebut sampah juga salah satu aspek yang menjadi konsern pihaknya dalam penataan sungai dan kali. Karena itu, dharapkannya, festival ini bisa mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai.

Baca Juga: Arung Jeram Festival Ciliwung 2025, Saat Adrenalin dan Cinta Sungai Bersatu

Semangat bersama ini, diharapkannya bisa meningkatkan kualitas sungai sehingga ke depan bisa menjadi destinasi wisata.

Sebagai upaya percontohan, ungkap Affan,  Gubernur  Pramono Anung telah mencanangkan penataan Kanal Banjir Barat (KBB) sebagai kawasan destinasi wisata sungai di Jakarta.

Nantinya, KBB akan difungsikan sebagai sungai destinasi untuk dilintasi wisatawan menggunakan perahu. 

Baca Juga: Dari Sungai untuk Kehidupan: Festival Ciliwung 2025 Rangkul Harapan Baru

Tidak hanya meningkatkan aspek kebersihan dan budaya, upaya ini menurut Affan juga akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat lantaran membuka lapangan kerja baru.

Menurut Affan, aktivasi KBB sebagai destinasi wisata sungai ditargetkan terealisasi pada akhir 2026 mendatang. 

Bila berjalan sukses, program itu akan diterapkan ke sejumlah sungai dan kali lainnya di Jakarta.

Baca Juga: Dukung Pengendalian Banjir Jakarta dari Hulu ke Hilir, PPLI Tanam Pohon di Hulu Ciliwung

"Perlu dukungan dari masyarakat dan seluruh pelaku usaha untuk sama-sama jaga kebersihan kal. Kalau nanti kualitasnya jauh lebih baik dari saat ini, wisata air maupun pelestarian budaya, termasuk lingkungan di seluruh kali akan bisa berjalan baik," tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan, kegiatan Festival Sungai Ciliwung dan Parade Perahu Cilung dimeriahkan 45 perahu dari 44 kecamatan di Jakarta. 

Untuk pembuatan satu unit perahu, dibutuhkan antara 700 hingga 1.000 sampah botol plastik.

Baca Juga: Target Pengurangan Sampah Nasional Tahun 2025

Asep menegaskan, kegiatan ini sekaligus mengedukasi masyarakat untuk  memberdayakan sampah menjadi produk yang memiliki nilai jual. 

Lantaran itu, kegiatan juga dimeriahkan pameran produk daur ulang dari berbagai kelurahan di DKI Jakarta.

Menurut Asep, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas udara dan air di Jakarta melalui sejumlah program serta pengawasan. 

Baca Juga: Normalisasi Sungai Ciliwung Disebut Kurangi Banjir Jakarta 30-40  Persen, DPRD: Itu Prioritas

Seperti pengawasan kualitas air kali, pihaknya telah menetapkan sebanyak 120 titik pemantauan untuk melakukan uji sampel selama empat kali dalam setahun.

Ditegaskan Asep, berbagai upaya yang dilakukan jajarannya itu juga dalam rangka mengurangi beban sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. 

Sebagai kelanjutan, pada tahun mendatang, Asep mengaku akan membuat festival serupa lebih besar.

Baca Juga: Tanggulangi Banjir Jakarta, DPRD DKI Jakarta Apresiasi Rencana Normalisasi Kali Ciliwung

"Tahun depan kita akan buat lebih besar dengan mengusung tema budaya," tutupnya.