BOGOR, CEKLISSATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih terus melakukan upaya penanganan pasca musibah tanah longsor yang terjadi di Gang Barjo, kelurahan Kebon Kelapa kecamatan Bogor tengah Kota Bogor. Dinas PUPR Kota Bogor akan memperbaiki saluran air dan merapihkan reruntuhan bekas longsoran.
Hla itu diungkapkan, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sopiah, ia mengatakan, hal itu berdasarkan assesment yang dilakukan Pemkot Bogor bersama tim ahli geologi dan sipil
"Jadi itu semua bangunan di bongkar terus kemudian juga dibawah itu dilakukan pengerjaan untuk tebinganya, itu PUPR bersama teknik sipil, fisik dulu,”kata dia.
“Saluran airnya dibersihkan karena itu ada dua saluran sungai Cidepit dan Cisadane, mungkin nanti dirapihkan, dibuangnya ke sungai dan sebagainya itu penataannya,” ujar Syarifah.
Selain itu, kata dia, penanganan kontrakan yang dimiliki pihak Apollo, karena hingga saat ini masih ada bangunan (rumah) yang masih menggantung dan dinilai membahayakan. Setelah itu, dilakukan pembongkaran beberapa unit kontrakan untuk akses jalan kendaraan alat berat masuk ke lokasi longsoran.
Baca Juga : Hari ke 5 Pencarian Satu Orang Korban Longsor Gang Barjo Masih Belum Ditemukan
“Nanti kalau sudah ada alat berat, maka dari pihak Apollo membuat turap, mereka yang membuat turap penahan supaya tidak terjadi longsor susulan,”kata dia.
“Tahun ini juga (dikerjakan) oleh (pihak) Apollo bukan pemerintah, karena APBD itu tidak boleh mengerjakan pembangunan aset milik pribadi. Dan itu tadi kita sudah rapat dengan pemilik Apolo Pak Sudarsono, mereka siap akan melakukan pembongkaran hingga membangun turap,”jelasnya.
Disinggung penyebab longsor Gang Barjo terjadi akibat kelalaian dari pemilik bangunan kontrakan, Syarifah mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, pihaknya tidak melakukan penelitian berupa penyebab dan sebagainya.
"Banyak faktor lah yang namanya tanah ambruk dan sebagainya. Tapi kita lihat sekarang kondisinya sudah seperti ini, kita juga tidak ingin lama-lama bangunan menggantung karena di bawah juga kan kita harus ada perapihan,” ucap Syarifah.
Sebelumnya, Tim Ahli Geologi dari Universitas Pakuan bersama Pemkot Bogor meneliti lokasi longsor di Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu 19 Oktober 2022.
Hal ini untuk mengetahui penyebab terjadinya longsor dan memberikan rekomendasi pasca bencana yang merenggut 4 nyawa tersebut.
Comment