BOGOR, CEKLISSATU - Kasus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Terpadu Kota Bogor mencatat ada penambahan kasus sebanyak 184 ekor sapi bergejala serta dua ekor mati dari data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor.


Kepala DKPP Kota Bogor Anas S Rasmana mengatakan, ratusan sapi yang bergejala PMK hasil dari uji klinis dilakukan dokter hewan yang sudah memiliki sertifikasi di DKPP Kota Bogor.


“Kurang lebih se-Kota Bogor itu yang bergejala PMK ada 184 ekor. Kalau di RPH hanya 54 ekor dan sudah ada yang sembuh 7 ekor, jadi sisanya tinggal 47 ekor,” ucapnya pada Selasa, 21 Juni 2022. 

Baca Juga : Ribuan Sapi Terpapar PMK, Pemkab Bogor Siapkan Anggaran Rp551 Juta


Menurut Anas, pihaknya sudah jauh-jauh hari meminta untuk dilakukan pemeriksaan secara lab terhadap sapi-sapi yang ada di Kota Bogor. Akan tetapi, surat yang sudah diajukan belum mendapatkan respon.


Untuk itu, lanjutnya, DKPP memutuskan menghitung jumlah sapi yang sakit berdasarkan hasil klinis, bukan berdasarkan laboratorium. “Untuk yang mati, setelah kita lakukan uji klinis tanpa lab ada 2 ekor. 1 ekor di RPH dan 1 diluar, jadi 2 ekor totalnya,” ungkapnya.

Baca Juga : PMK Kian Marak, DPR Minta Pemerintah Turut Perhatikan Peternak Rumahan


Anas menambahkan, untuk mengantisipasi penyebaran PMK di hewan ternak lain, dalam waktu dekat pihaknya akan mendistribusikan seperti obat-obatan, vitamin hingga herbal ke pengusaha hewan ternak yang ada di Kota Bogor.


Ditempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan, menjelang perayaan Idul Adha pihaknya akan memonitor semua pusat-pusat penjualan hewan ternak seperti kambing dan sapi. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terkait penyakit mulut dan kuku atau PMK. 

Baca Juga : Ratusan Mahasiswa IPB Turun ke Desa Periksa Hewan Kurban


"Semua pusat-pusat penjualan hewan ternak kambing dan sapi akan di monitor oleh jajaran Polsek, kemudian Bhabinkamtibmas semuanya termasuk kami melakukan edukasi kepada semua masyarakat agar tidak terjadi gejolak," ujarnya.


Langkah antisipasi ini, tentunya bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor dengan melakukan upaya-upaya agar nantinya situasi di hari raya Idul Adha dalam kondisi baik dan normal. 


Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku, kasus PMK ini tidak bisa terhindarkan karena ada 22 provinsi di Indonesia sudah terdampak dan salah satunya di Kota Bogor. 


"Ada 488 hewan yang sedang recovery berproses menuju pulih, menuju normal, suspek semua secara otomatis. Kita tetap memonitor di wilayah, apabila terjadi penjualan yang tidak bisa di monitor langkah berikutnya kami akan memberikan vitamin dan suplai obat-obatan terhadap hewan-hewan ini," katanya.


Taupik