JAKARTA, CEKLISSATU - Media sosial atau medsos merupakan media yang efektif untuk digunakan dalam meningkatkan performa bisnis atau usaha.
Masing-masing medsos memiliki spesifikasi dan target audiens yang unik. Maka, pilih yang tepat sebagai strategi marketing.
Kepala Biro Humas Universitas Merdeka Malang, Ana Mariani menjelaskan, menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99 persen dari jumlah pelaku usaha di Indonesia.
Daya serap tenaga kerja UMKM sebanyak 117 juta pekerja atau 97 persen dari daya serap tenaga kerja dunia usaha.
Baca Juga : Pasutri di Bogor Sukses Bisnis Kecantikan Secara Online
Sementara itu, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1 persen. Sisanya yaitu 38,9 persen disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01 persen dari jumlah pelaku usaha.
"Di era digital yang semakin canggih seperti sekarang ini, menjadi pebisnis tidak harus modal besar atau memiliki ide awal yang cemerlang,” ujar dia dalam webinar Ngobrop Bareng Legislator dengan tema Kuasai Strategi Bisnis di Medsos, Kamis 25 Mei 2023.
“Namun, bisa juga dimulai dari keberanian serta inovasi untuk memberikan solusi atas masalah sehari-hari," lanjut dia.
Sementara itu Direktur/Chief Operating Officer, Mohammad Noviyanto membagikan beberapa tips menggunakan media sosial (medsos) untuk melejitkan bisnis.
Pertama, pilih medsos yang tepat dan harus mengetahui fungsi dari tiap medsos.
Kedua, tentukan tujuan campaign. Apakah untuk meingkatkan penjualanan atau followers atau testimoni.
Ketiga, buat planning dan lakukan riset. Keempat, bangun hubungan baik dengan pelanggan.
"Yang terakhir yaitu ikuti terus atau update ilmu digital marketing untuk belajar," ujarnya.
Selanjutnya, Anggota Komisi I DPR RI Krisantus Kurniawan mengatakan, bisnis digital menjadi salah satu pilihan bisnis yang paling banyak dicari pelaku usaha pemula saat ini.
Sebab, ada berbagai keuntungan dari bisnis digital yang membuatnya lebih mudah dilakukan daripada bisnis konvensional, berkat teknologi informasi yang semakin maju dan mutakhir.
"Dalam dunia bisnis digital dikenal istilah digital marketing yang menggunakan fasilitas internet dan teknologi informasi untuk memperluas dan meningkatkan fungsi marketing atau pemasaran tradisional," ungkapnya.
Terakhir Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara beraktivitas dan bekerja.
Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat ini semakin mempertegas era disrupsi teknologi.
Untuk mengahadapi hal tersebut, semua pihak harus mempercepat kerjasama dalam mewujudkan agenda trasformasi digital Indonesia.
“Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi,” tutup Semuel.
Comment