MALUKU TENGAH, CEKLISSATU.COM -- Di wilayah pesisir Maluku, gempa bumi sudah menjadi bagian dari realitas yang terus membayangi kehidupan masyarakat. Kesadaran akan risiko inilah yang mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk menghadirkan teknologi peringatan dini langsung ke tengah warga.
 
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi memasang enam unit Earthquake Warning Alert System (EWAS) di Kabupaten Maluku Tengah. 

Teknologi ini dirancang guna membantu masyarakat menerima peringatan dini gempa secara cepat, sehingga memiliki waktu untuk merespons dan mengurangi risiko bencana.

Baca Juga: Penanggulangan Bencana Jadi Catatan Akhir Tahun, Fahira Idris Sampaikan Sejumlah Rekomendasi
 
Dalam kolaborasi ini, FMIPA UI berperan sebagai perguruan tinggi pendamping melalui dosen Program Studi Geofisika dan Geologi, Dr. Eng. Supriyanto. 

Selain memberikan dukungan teknis, FMIPA UI juga mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat agar teknologi yang dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal.

FMIPA UI 2.webp
KOLABORASI: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi memasang enam unit Earthquake Warning Alert System (EWAS) di Kabupaten Maluku Tengah.


 
“Pemasangan EWAS ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung untuk keselamatan masyarakat,” ucap Supriyanto.

Baca Juga: Tanpa Kembang Api, Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta Bakal Dihiasi Atraksi Drone
 
EWAS merupakan sistem deteksi otomatis yang mampu memberikan peringatan dini gempa dalam waktu singkat. 

"Keberadaan sistem ini akan efektif apabila diiringi dengan pemahaman masyarakat mengenai cara kerja dan respons yang tepat ketika peringatan muncul," terangnya.