JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Pada hari raya Iduladha, sate kambing menjadi salah satu hidangan yang paling banyak dicari masyarakat. Aroma bakaran arang, bumbu kecap yang meresap, hingga tekstur daging yang juicy membuat menu ini selalu hadir saat momen kumpul keluarga. Namun, tidak sedikit orang yang masih ragu mengolah daging kambing karena takut hasilnya keras dan bau prengus.
Padahal, sate kambing bisa tetap empuk dan lezat jika dimasak dengan teknik yang tepat. Mulai dari pemilihan bagian daging, proses marinasi, hingga cara membakar sate ternyata sangat menentukan hasil akhir masakan.
Bau prengus pada daging kambing sendiri muncul secara alami saat proses memasak. Karena itu, penggunaan bumbu aromatik dan teknik pengolahan yang tepat menjadi kunci agar sate tetap nikmat disantap.
Berikut sejumlah rahasia membuat sate kambing empuk, juicy, dan tidak bau yang bisa dicoba di rumah.
Baca Juga: Kolesterol hingga Hipertensi Jadi Ancaman di Tengah Lonjakan Konsumsi Daging saat Idul Adha
1. Pilih Bagian Daging yang Tepat
Tidak semua bagian kambing cocok dijadikan sate. Bagian has dalam atau loin dikenal lebih empuk dan cepat matang saat dibakar. Selain itu, bagian punggung juga sering dipilih karena teksturnya tidak terlalu berserat. Sebagian orang juga menambahkan sedikit lemak atau gajih di sela tusukan sate agar hasil bakaran lebih gurih dan juicy.
2. Potong Daging Melawan Arah Serat
Cara memotong daging ternyata memengaruhi tekstur sate. Daging yang dipotong melawan arah serat cenderung lebih mudah dikunyah dibanding dipotong searah serat. Ukuran potongan juga disarankan tidak terlalu besar, sekitar 2–3 sentimeter agar cepat matang dan bumbu lebih mudah meresap.
3. Hindari Mencuci Daging dengan Air
Banyak orang langsung mencuci daging kambing sebelum dimasak. Padahal, kelembapan berlebih justru bisa membuat aroma prengus semakin kuat. Sebagai gantinya, daging cukup dilap menggunakan tisu dapur agar permukaannya tetap kering sebelum dimarinasi.
4. Gunakan Bahan Alami untuk Mengempukkan Daging
Ada beberapa bahan dapur yang sering digunakan untuk membantu mengempukkan daging kambing secara alami, seperti daun pepaya, parutan nanas, yogurt, hingga baking soda. Daun pepaya mengandung enzim alami yang membantu melunakkan tekstur daging. Sementara nanas juga dikenal efektif mengempukkan daging, meski penggunaannya tidak boleh terlalu lama agar tekstur daging tidak hancur.
Baca Juga: 1 Dari 3 Orang Derita Hipertensi, Konsumsi Buah Ini untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi
5. Marinasi Jadi Kunci Rasa
Marinasi menjadi tahap penting sebelum sate dibakar. Campuran bawang putih, ketumbar, lada, kecap manis, hingga jeruk nipis sering digunakan untuk membantu mengurangi bau sekaligus memperkaya rasa. Semakin lama proses marinasi, biasanya rasa bumbu semakin meresap ke dalam daging. Banyak resep menyarankan minimal satu jam penyimpanan di kulkas sebelum sate dibakar.
6. Gunakan Api Sedang saat Membakar
Teknik membakar sate juga menentukan hasil akhir. Api yang terlalu besar membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam masih keras. Penggunaan arang batok kelapa sering dipilih karena menghasilkan panas yang stabil dan aroma asap yang khas. Saat membakar, sate sebaiknya dibolak-balik setiap satu hingga dua menit agar matang merata.
Baca Juga: Hindari Konsumsi Jenis Ikan Ini Jika Kamu Menderita Kolesterol
7. Jangan Menekan Daging saat Dibakar
Kesalahan yang sering dilakukan saat membakar sate adalah menekan daging menggunakan penjepit atau spatula. Cara ini justru membuat sari daging keluar sehingga tekstur sate menjadi kering.
Agar tetap juicy, sate cukup dibalik perlahan sambil sesekali dioles bumbu kecap atau mentega.
Variasi Sate Kambing yang Bisa Dicoba
Selain sate kambing bumbu kecap klasik, ada beberapa variasi yang mulai banyak diminati masyarakat, seperti sate kambing bumbu kacang, sate kambing pedas, sate kambing teriyaki, hingga sate kambing bumbu santan.
Masing-masing memiliki karakter rasa berbeda, mulai dari gurih manis hingga rempah yang kuat dan pedas.
Dengan teknik pengolahan yang tepat, sate kambing sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Pemilihan daging, marinasi, hingga teknik membakar menjadi faktor utama agar hasil sate empuk, bebas bau, dan tetap juicy.
(MG/Siti Balqis Sari Manah)